Penulis Wawan Bromo FM Minggu 23/08/2015 KRAKSAAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Probolinggo memastikan stok beras di Kabu...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 23/08/2015
KRAKSAAN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Probolinggo memastikan stok beras di Kabupaten Probolinggo aman. Meskipun, serapan Bulog pada Juli lalu turun di angka 300 ton saja. Berbeda dengan Maret lalu dimana selama sebulan mampu menyerap beras sebanyak 700 ton.“Serapan memang turun, karena panen raya tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Turunnya serapan itu disebabkan beberapa hal, mulai dari siklus panen padi yang pada bulan ini berkurang sampai dampak kekeringan yang melanda sejumlah desa,”
ujar Kepala Sub Divre Bulog Probolinggo Faisal.
Meski demikian, pihaknya optimis target menyerap 70 ribu ton sampai akhir tahun nanti bisa terealisasi. Sebab, sampai Juli kemarin pihaknya sudah menyerap sekitar 38 ribu ton atau sekitar 60 persen. Dengan sisa waktu lima bulan berjalan, target tersebut bisa terwujud.
“Kami terus memantau panen raya di sejumlah tempat, meskipun pada bulan kemarin berkurang. Penyerapan terus kami lakukan pada mitra, mulai dari petani maupun gapoktan (gabungan kelompok tani). Baik itu berupa beras maupun gabah,” jelasnya.
Dengan analisis yang dilakukan bersama Dinas Pertanian (Dispertan), Kodim 0820 Probolinggo sampai Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, pihaknya menyebut jika stok beras tetap aman sampai 9 bulan kedepan atau Maret tahun depan. Terlebih, meskipun dilanda kekeringan, panen raya tetap bisa dilakukan di Kabupaten Probolinggo.
Terpisah, Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengaku jika kekeringan tidak berdampak signifikan bagi ketersediaan beras. “Dampaknya hanya bagi petani, kemungkinan banyak petani yang gagal panen. Namun, yang pasti untuk stok beras aman,” terangnya.
Diketahui, untuk Kabupaten Probolinggo saja, setiap bulannya membutuhkan beras sekitar 3 ribu ton lebih. Jika nanti terjadi kenaikan harga beras, maka pihaknya akan bekerja sama dengan Bulog untuk segera melakukan operasi pasar agar harga komoditi pokok itu kembali normal. (wan/drs)


COMMENTS