Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 22/08/2015 KRAKSAAN - Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo dikhawatirkan berim...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 22/08/2015
KRAKSAAN - Kekeringan yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Probolinggo dikhawatirkan berimbas pada lahan pertanian masyarakat. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta Dinas Pertanian (Dispertan) untuk mengantisipasi hal tersebut.Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Dwijoko Nurjayadi. “Pasti berimbas, apalagi dengan kondisi kekeringan yang diperkirakan lebih panjang daripada tahun lalu,” terangnya.
Itu sebabnya, ia berharap Dispertan tidak sekedar memberikan solusi dengan cara pengaturan pola tanam semata. Sebab saat kekeringan sejatinya petani tetap bisa menanam padi ataupun jagung. Tentunya, hal itu harus ada inovasi yang dilakukan agar petani tidak terpengaruh meskipun musim kemarau.
“Misalnya mengoptimalkan sumur pompa agar aliran air tetap bisa dinikmati oleh petani yang menggarap sawahnya. Harus ada solusi aktif agar kemarau tidak terlalu berdampak pada pertanian. Terlebih padi dan jagung yang menjadi komoditas andalan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan jika upaya yang dilakukan pihaknya sesuai dengan program yang direncanakan. “Misalnya optimalisasi lahan produktif dan juga sarana dan prasarana seperti mesin pompa. Sejauh ini, mesin pompa bantuan pemerintah pusat dan provinsi sudah didistribusikan ke masing-masing kelompok tani,” terangnya.
Namun begitu, pihaknya tidak menampik jika produktivitas tanaman padi dan jagung menurun kala musim kemarau tiba. Namun, pihaknya mengatakan, mengubah pola tanam bukan termasuk yang haram. “Sejauh ini solusi terbaiknya memang begitu. Tidak lama, hanya saat musim kemarau saja,” jelasnya.
Karena itu, ia berpendapat musim kemarau tidak akan membuat pertanian warga mengalami gagal panen. “Istilahnya di pertanian gagal panen itu ketika tanam padi, di pertengahan terjadi sesuatu hal yang membuat tanaman itu tidak bisa panen. Kalau mengganti dengan tanaman lainnya bukan gagal panen,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS