Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 22/08/2015 KRAKSAAN - Membicarakan peran organisasi perempuan sama halnya dengan berbicara mengenai se...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 22/08/2015
KRAKSAAN - Membicarakan peran organisasi perempuan sama halnya dengan berbicara mengenai sejarah. Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan salah satu organisasi perempuan yang awalnya berdirinya bernama Dharma Wanita oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1974. Sebelum akhirnya berubah menjadi DWP pada tahun 1998.
Demikian statemen yang disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi saat menjadi narasumber dalam Talk Show Tentang Peran Organisasi Perempuan Kabupaten Probolinggo di Studio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM, Jum’at (21/8).
“Saat ini perempuan bisa berorganisasi dan berjuang agar bisa memilih dan menentukan nasib sendiri dan mampu membuat keputusan sendiri. Perempuan ini diharapkan bebas menentukan dan melakukan apa yang diinginkannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ny. Yuni Nawi meminta agar dalam berorganisasi mengutamakan manfaat yang bisa diberikan atau belajar ikhlas dan jangan hanya memikirkan untung ruginya. “Bagi perempuan Kabupaten Probolinggo, mari berorganisasi diawali dari tingkat desa/RT, karena dengan berorganisasi kita bisa berbagi ilmu dan turut membangun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Menurut istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini, kebebasan disini maksudnya kebebasan yang berkualitas, bukan kebebasan seratus persen. Sebab bagaimanapun tetap saja ada perbedaan yang prinsifil antara wanita dan laki-laki.
“Ada pekerjaan yang tidak bisa kerjakan wanita hanya pria yang bisa, sesuai dengan kodrat masing-masing begitu juga sebaliknya wanita itu mempunyai kehebatan-kehebatan yang tidak dimiliki laki-laki,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yuni Nawi didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu. (wan/drs)
Demikian statemen yang disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Hj. Yuni Nawi saat menjadi narasumber dalam Talk Show Tentang Peran Organisasi Perempuan Kabupaten Probolinggo di Studio Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM, Jum’at (21/8).
“Saat ini perempuan bisa berorganisasi dan berjuang agar bisa memilih dan menentukan nasib sendiri dan mampu membuat keputusan sendiri. Perempuan ini diharapkan bebas menentukan dan melakukan apa yang diinginkannya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ny. Yuni Nawi meminta agar dalam berorganisasi mengutamakan manfaat yang bisa diberikan atau belajar ikhlas dan jangan hanya memikirkan untung ruginya. “Bagi perempuan Kabupaten Probolinggo, mari berorganisasi diawali dari tingkat desa/RT, karena dengan berorganisasi kita bisa berbagi ilmu dan turut membangun Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.
Menurut istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo ini, kebebasan disini maksudnya kebebasan yang berkualitas, bukan kebebasan seratus persen. Sebab bagaimanapun tetap saja ada perbedaan yang prinsifil antara wanita dan laki-laki.
“Ada pekerjaan yang tidak bisa kerjakan wanita hanya pria yang bisa, sesuai dengan kodrat masing-masing begitu juga sebaliknya wanita itu mempunyai kehebatan-kehebatan yang tidak dimiliki laki-laki,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yuni Nawi didampingi oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo Amalia Etiq Primahayu. (wan/drs)


COMMENTS