Penulis Wawan Bromo FM Minggu 02/08/2015 KRAKSAAN - Krisis air saat musim kemarau seperti ini terjadi setiap tahun di Kabupaten Prob...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 02/08/2015
KRAKSAAN - Krisis air saat musim kemarau seperti ini terjadi setiap tahun di Kabupaten Probolinggo. Sebagai salah satu solusinya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo akan mengubah sistem kerja Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Tiris dengan dana Rp 30 miliar. Perubahan sistem SPAM Tiris diyakini bisa mengatasi krisis air bersih di wilayah timur.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo telah melansir 40 desa di 11 kecamatan yang saat ini mengalami kekeringan. Kekeringan ini juga terjadi di sejumlah kecamatan di wilayah timur Kabupaten Probolinggo.
Krisis air bersih yang terjadi setiap tahun seperti ini juga mendapat perhatian dari PDAM Kabupaten Probolinggo. Salah satu yang bisa dilakukan PDAM adalah dengan memperluas jaringan di beberapa daerah agar bisa mendapat akses air bersih dari PDAM. “Target kami adalah dengan memperluas jaringan,” ujar Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono.
Demi perluasan jaringan itu, salah satu yang akan dilakukan PDAM adalah mengubah sistem kerja SPAM Tiris. Yakni dengan cara mengganti pompa air yang digunakan saat ini dengan sistem kerja gravitasi. Untuk perubahan sistem itu, PDAM Kabupaten Probolinggo menganggarkan dana Rp 30 miliar. “Dana sebesar itu didapat dari kucuran APBN 2015,” jelasnya.
Proses perubahan tersebut, hingga saat ini masih dalam tahap pengecekan lapangan. Rencananya setelah pengecekan rampung, perubahan sistem kerja SPAM Tiris ini akan bisa segera dilaksanakan,” terangnya.
Bambang menerangkan, setelah adanya perubahan tersebut diharapkan jaringan air di Kabupaten Probolinggo wilayah timur semakin luas. Saat ini jaringan pipa PDAM masih belum bisa menjangkau seluruh di desa di sekitar Kecamatan Tiris.
Pipa air PDAM di kawasan tersebut hanya menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Tiris, lalu Desa Banyuanyar, Desa Liprak Kidul, Desa Condong dan sebagian desa lainnya di dekat Kecamatan Tiris. Sedangkan daerah kering seperti Desa Gunung Geni, Desa Bulujaran, masih belum bisa menikmati akses pipa dari PDAM. “Harapannya, setelah sistem kerja SPAM Tiris itu selesai diubah, daerah sekitar Tiris dan desa yang sangat rawan kekeringan bisa diatasi dari saluran PDAM itu,” tegasnya.
Selain bisa memperluas jaringan, perubahan sistem itu juga mampu menghasilkan debit air empat kali lebih besar dibandingkan sebelumnya. Menurut Bambang, sebelum diubah, pompa hanya menghasilkan 50 liter air per detik. Tapi bila nanti menggunakan sistem gravitasi, bisa menghasilkan 200 liter perdetik.
Namun, itu semua baru bisa dinikmati tahun 2016 mendatang atau setelah perubahan menjadi sistem gravitasi tuntas dilakukan dan benar-benar beroperasi. “Pasti menunggu selesai dulu. Setelah perubahan, masyarakat sudah bisa menikmati air PDAM,” akunya.
Di samping menghasilkan debit air lebih besar, sistem gravitasi juga lebih menghemat listrik. Sebab, dengan menggunakan pompa air seperti sekarang, PDAM harus membayar listrik Rp 300 juta per tahun. “Nanti dengan sistem gravitasi, bisa lebih efisien,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS