Penulis Wawan Bromo FM Kamis 06/08/2015 KRAKSAAN – Musuh utama petani tembakau adalah serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, D...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 06/08/2015
“Dengan adanya pelatihan penanganan hama dan penyakit, setidaknya petani nantinya bisa melakukan penanganan secara mandiri. Sehingga tidak selalu menunggu bantuan dari pemerintah,” ungkap Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo.
Salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman tembakau petani adalah penyakit keriting (ker-ker). Penyakit ini terjadi pada awal tanam yang disebabkan oleh Tobacco Mosaic Virus (TMV). Hal ini terjadi karena benih yang ditanam terkadang tidak bersertifikat.
“Penyakit ker-ker ini bisa diantisipasi dengan penggunaan benih bersertifikat. Oleh karenanya kami sering memberikan anjuran agar petani memakai benih bersertifikat. Tetapi apa yang disampaikan tidak pernah diikuti oleh petani. Meskipun sudah diberikan bantuan benih bersertifikat,” jelasnya.
Menurut Raharjo, penyakit ker-ker bisa dicegah dengan penggunaan benih bersertifikat dan penyemprotan insektisida Trichoderma. “Jika terlanjur terkena serangan penyakit ker-ker, maka tanaman yang terserang harus dicabut dan diganti yang baru. Jangan dibiarkan supaya serangannya tidak meluas,” terangnya.
Selain penyakit, serangan hama juga sering mencemaskan petani tembakau. Oleh karenanya, dalam rangka pengendalian hama tembakau, Disbunhut memberikan bantuan yang arahnya adalah penggunaan pupuk organik. “Harapannya tanaman tembaku tidak banyak menyerap residu,” tegasnya.
Raharjo menegaskan bahwa pihaknya memiliki persediaan untuk menangani serangan hama dan penyakit. Hanya saja, petani diminta untuk kreatif dan mandiri dalam melakukan penanganan. “Jangan hanya muncul sedikit, lalu minta bantuan,” tambahnya.
Terkait penanganan pasca panen, Disbunhut sudah memberikan bantuan mulai dari pisau rajang hingga seseknya. Sehingga petani tembakau bisa maksimal saat pasca panen. “Untuk mengatasi masalah residu, kami lakukan dengan cara gencarkan penggunaan organik,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS