Penulis Dimaz Bromo FM Minggu 23/08/2015 KRAKSAAN - Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Probolinggo mengalokasikan anggaran Rp...
Penulis Dimaz Bromo FM
Minggu 23/08/2015
Hal itu disampaikan Kabag Kesra Pemkab Probolinggo Moh. Syarifudin. “Memang tidak banyak, namun kami yakin bisa bermanfaat. Biasanya obat-obatan itu untuk penyakit yang tidak parah,” ungkapnya.
Untuk obat-obatannya, Kesra bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo untuk mengetahui obat-obatan apa saja yang dibutuhkan para jamaah. Hal itu diketahui dari pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan. Karenanya, detail obat apa saja diserahkan pada Kemenag dan tim kesehatan.
Nantinya, obat-obatan tersebut akan dititipkan kepada Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD). Namun untuk pengelolaannya akan dilakukan oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). “Nanti dibantu TKHI untuk pemberian obatnya. Kan TKHI yang paham soal obat-obatan ini,” jelasnya.
Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Mukhlason mengaku belum mendapatkan hasil tes kesehatan yang dilakukan pekan sebelumnya. “Kita belum terima laporannya. Baru kalau sudah terima kita tahu,” katanya.
Ia berharap CJH yang risti tidak banyak, dengan begitu pelaksanaan ibadah berjalan lancar. “Kami juga akan terus memantau kondisi CJH sampai sebelum berangkat. Karena resiko kesehatan tidak ada yang bisa memastikan, mudah-mudahan sehat semua,” terangnya.
Pihaknya meminta pada semua CJH untuk menyampaikan kondisi kesehatan dengan jujur. “Mumpung sebelum berangkat, jadi bisa dilakukan pencegahan sebelumnya. Jika kemudian diketahui saat-sat terakhir maka CJH dengan risti bisa terancam gagal berangkat. CJH juga harus berperan aktif untuk menjaga kondisi kesehatannya,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS