Penulis Wawan Bromo FM Rabu 12/08/2015 SUMBERASIH – Dalam rangka menghadapi pasar bebas masyarakat ekonomi Asean (MEA), pemerintah b...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 12/08/2015
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat membuka kegiatan pembinaan kemampuan ketrampilan kerja petani tembakau dalam pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah cair perusahaan tahu di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Selasa (11/8).
“Oleh karena itu, para petani tembakau hendaknya bisa mengurangi ketergantungan kepada pemakaian pupuk kimia dan beralih kepada pupuk organik yang ramah lingkungan dan aman,” ungkapnya.
Menurut Anggit, pemakaian pestisida kimia dan pupuk kimia secara berlebihan akan berdampak pada penurunan kualitas tembakau, tingginya residu pestisida dan yang tidak kalah penting adalah gangguan ekosistem dan pencemaran lingkungan.
“Sudah saatnya petani tembakau membuat sebuah terobosan untuk bisa membuat pupuk organik. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah cair perusahaan tahu untuk diolah menjadi pupuk organik padat dan cair yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Sementara Kasubbid Pelestarian Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Alam BLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik yang ramah lingkungan.
“Selain itu, untuk mengurangi ketergantungan petani dalam pemakaian pupuk kimia serta mengurangi dan mengendalikan pencemaran lingkungan akibat limbah kotoran ternak dan limbah tahu,” ungkapnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta meliputi kelompok tani di Kecamatan Gending, Sumberasih dan Dringu serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). (wan/drs)


COMMENTS