Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 01/08/2015 KRAKSAAN - Petani garam yang tergabung dalam kelompok petani garam Sidoagung di Desa Kebonag...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 01/08/2015
KRAKSAAN - Petani garam yang tergabung dalam kelompok petani garam Sidoagung di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo mulai resah. Pasalnya, produksi garamnya warnanya berubah menjadi putih bercampur hitam yang disebabkan imbas abu vulkanik Gunung Raung. Akibatnya, kualitas garam jelek dan petani terancam merugi.Sudar, koordinator kelompok garam Sidoagung mengatakan, sejak 2 minggu terakhir ini, produksi garam di Desa Kebonagung Kecamatan Kraksaan mengalami kendala, lantaran abu Gunung Raung mengguyur Kabupaten Probolinggo sejak beberapa hari yang lalu, mempengaruhi lahan garamnya yang sudah memasuki masa panen.
“Produksi garam yang dihasilkan kualitasnya jelek dan garam rusak. Harganya pun anjlok. Biasanya harga jualnya mencapai Rp 600/kg, sekarang menjadi Rp 400/kg. Karena garam sudah bercampur abu vulkanik dari Gunung Raung,” ungkapnya.
Menurut Sudar, biasanya garam yang ia kelola setiap kali panen dikirim ke daerah Bali, sebagai bahan kecantikan seperti dibuat mandi sauna dan kolam renang. Namun, kali ini hanya bisa digunakan sebagai pengasinan ikan saja dan dipasarkan ke daerah Puger Jember dan daerah lokal Probolinggo.
“Setelah dibandingkan dengan garam yang tidak terkena imbas abu vulkanik, warnanya jauh berbeda, warnanya jernih putih. Yang kena abu vulkanik warnanya agak kehitaman dan abunya sangat nampak,” imbuhnya.
Sementara lahan garam di Sidoagung, dalam satu kali panen mencapai 4 ton. Dalam 1 tambak dengan ukuran lahan meja garam 50x15 meter persegi. Sedangkan dari jumlah keseluruhan lahan tambak garam di Sidoagung mencapai belasan hektar yang dikelola oleh kelompok Sidoagung. (maz/drs)


COMMENTS