Penulis Wawan Bromo FM Selasa 11/08/2015 KRAKSAAN - Sedikitnya 3.148 orang guru yang terdiri dari guru RA, TPQ, Madrasah Diniyah (Ma...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 11/08/2015
KRAKSAAN - Sedikitnya 3.148 orang guru yang terdiri dari guru RA, TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren (Ponpes), Madrasah Ibtida’iyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) serta guru ngaji se-Kabupaten Probolinggo menerima bantuan honorarium semester I pada tahun 2015. Total anggaran yang diberikan mencapai Rp 5,6 miliar.Honorarium tersebut diberikan kepada 290 orang guru RA dengan anggaran Rp 522.000.000, 700 orang guru TPQ dengan anggaran Rp 840.000.000, 475 orang guru Madin dengan anggaran Rp 570.000.000, 235 orang guru Ponpes dengan anggaran Rp 423.000.000, 770 orang guru MI dengan anggaran Rp 1.386.000.000, 250 orang guru MTs dengan anggaran Rp Rp 450.000.000 dan 98 orang guru MA dengan anggaran Rp 176.400.000.
Selain itu juga ada tunjangan kepada guru di 330 desa. Dimana masing-masing desa diambil 15 guru dan tiap guru mendapatkan tunjangan sebesar Rp 250.000. Sehingga total tunjangan yang diberikan mencapai RP 1.237.500.000. Jika ditotal dengan honorarium, jumlah keseluruhan mencapai Rp 5.604.900.000.
Bantuan honorarium yang dialokasikan melalui pos APBD Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut untuk semester pertama pada Ramadhan lalu. Sementara untuk semester kedua nanti direncanakan akhir tahun.
Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Mohammad Syarifuddin mengatakan bantuan ini diberikan untuk meningkatkan profesionalisme guru. “Selain itu untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru dalam rangka peningkatan layanan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Mantan Sekcam Tongas ini menjelaskan, bantuan ini disalurkan melalui rekening masing-masing. Hal ini berbeda dengan tahun lalu yang diberikan dengan cash. Hal itu dimaksudkan agar pencairan itu untuk menghindari pemotongan. “Ini juga demi akuntabilitas, karena segala bentuk honor saat ini sudah mulai dengan rekening,” jelasnya.
Karena itu, Kesra kemudian memfasilitasi penerima dengan membuka rekening di Bank Jatim. Pasalnya, tidak semua penerima memiliki rekening. Sebagian memiliki rekening namun bukan di Bank Jatim. Karena itu, pada pencairan tahun ini Kesra harus bekerja keras karena mendampingi pembuatan rekening untuk ribuan guru tersebut.
“Kami berharap bantuan honor ini bisa membantu operasional masing-masing guru dan dijamin penerima tidak mendapatkan alokasi anggaran serupa dari institusi lainnya termasuk Kemenag. Kami memang memberikan pada guru yang belum dapat. Bagi penerima yang tidak lagi bekerja di lembaga pendidikan, maka bantuan akan di stop,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS