Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 15/07/2015 PAJARAKAN - Keluarga Agus Salim di Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 15/07/2015
Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari, SE Minggu (12/7) mengunjungi rumah salah satu pemenang pilkades serentak Kabupaten Probolinggo yang telah dilangsungkan, Rabu (8/7). Yang dikunjungi Bupati Tantri hari itu adalah kediaman Agus Salim, yang berhasil memenangkan pilkades di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan.
Namun, kunjungan Bupati Tantri saat itu bukan dalam suasana gembira, melainkan duka. Itu karena Agus Salim yang berhasil memenangkan pilkades Rabu lalu, justru meninggal dunia. Agus mengalami kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (11/7) lalu.
Dalam suasana duka itu, Bupati Tantri datang bersama suaminya yang juga anggota DPR RI Drs. H Hasan Aminuddin, M.Si. Selain itu, ikut pula bersama rombongan bupati, Kepala Bagian Pemerintahan Edy Suryanto, Camat Pajarakan Sukarno dan sejumlah pejabat lainnya.
Di rumah duka, rombongan ditemui kakak almarhum yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim. Kedua orang tua almarhum, ikut menyambut kedatangan bupati. Terlihat juga istri almarhum, Vivi bersama ketiga anaknya. Saat itu, bagian pelipis Vivi masih terbalut perban.
Vivi memang juga menjadi korban kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya. Vivi juga berada dalam mobil nahas itu bersama tiga anaknya, yakni Tomi yang masih kelas tiga SD, Bulqis yang masih TK, dan Zafran yang masih berumur satu tahun. Vivi dan tiga anaknya terselamatkan. Tapi tidak demikian dengan Agus Salim.
Vivi memang hanya menderita luka di pelipis dalam kecelakaan itu. Tapi, trauma wanita 26 tahun itu belum hilang. Kecelakaan itu membuatnya kehilangan suami tercintanya untuk selamanya.
Kecelakaan itu juga diingat betul oleh Tomi, putra sulung almarhum. Didampingi pamannya, bocah delapan tahun itu bercerita bahwa kecelakaan itu membuat mobilnya hancur. "Saya duduk paling belakang. Semua kaca pecah. Kemudian saya langsung bangunin adik saya (Bulqis, red),” kisahnya.
Kejadian itu menurut Tomi berlangsung cepat. Begitu mobilnya hancur setelah tabrakan, Tomi langsung mencari jalan keluar untuk meminta pertolongan. Rupanya di luar mobil sudah banyak orang yang akan mengevakusi Tomi serta penumpang lainnya di dalam mobil. Saat di dalam mobil, Tomi ingat betul posisi ayahnya. Tomi melihat bapaknya luka pada kepala dan dadanya. “Tapi waktu saya mau lihat, nggak boleh sama orang,” tuturnya.
Husen, sang paman, mengatakan bahwa Vivi sudah mengingatkan almarhum sebelum pulang ke Probolinggo dari Pasuruan hari itu. “Sudah dilarang, karena dalam dua hari itu almarhum kurang istirahat,” katanya.
Tapi, larangan itu tak digubris almarhum. Salah satu alasannya lantaran almarhum ingin memberikan parsel pada pendukung dan perangkat desa lantaran telah menyukseskan penyelenggaran pilkades Desa Penambangan. “Sudah dilarang. Tapi karena sudah ada janji dengan pendukungnya, makanya almarhum memaksakan untuk pulang,” katanya.
Parsel bagi para pendukung itu ternyata lebih diutamakan oleh almarhum. Buktinya, almarhum ternyata belum membelikan baju lebaran untuk istri dan ketiga anaknya. “Parcel untuk pendukungnya yang didahulukan. Sedangkan untuk anak dan istrinya, belum dibelikan,” ucapnya.
Kakak almarhum, Lukman Hakim, mengatakan tidak ada pesan maupun tanda terakhir dari adik kandungnya tersebut. Malam sebelum kejadian, almarhum malah tidak memberi kepastian pulang ke Probolinggo. “Malamnya saya telepon, ternyata tidak langsung dijawab. Padahal, biasanya langsung dijawab,” katanya.
Bupati Tantri kemudian memberi kesan, bahwa almarhum adalah sosok yang baik. “Saya dengar dari kecamatan dan lainnya, semuanya mengucapkan almarhum adalah sosok baik. Insya Allah almarhum mendapatkan tempat yang nyaman, dan Insya Allah khusnul khotimah,” ungkapnya.
Dan dalam kunjungan itu, orang tua Agus Salim, yaitu H Fuad Bustomi seperti bereuni. Sebab, ia bertemu lagi dengan H Hasan Aminuddin, mantan bupati Probolinggo yang kini menjabat anggota Komisi VIII DPR RI. Sebab, H Fuad Bustomi dan H Hasan Aminuddin adalah sahabat lama. (maz/drs)


COMMENTS