Penulis Wawan Bromo FM Kamis 30/07/2015 KRAKSAAN – Saat ini Kabupaten Probolingo akan segera menerapkan sekolah inklusif. Konsepnya,...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 30/07/2015
Sejauh ini, di Kabupaten Probolinggo ada tiga lembaga sekolah yang sudah menyelenggarakan pendidikan inklusif. Yakni, SDN Tongas Wetan 1 Kecamatan Tongas, SDN Sukokerto 1 Kecamatan Pajarakan dan SDN Kalidandan Kecamatan Pakuniran.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda mengatakan, di sekolah yang ditunjuk harus ada peserta didik berkebutuhan khusus. Sekolah tersebut juga harus mau menampung ABK. “Itu ketentuan untuk tahun pertama. Harapannya, tahun depan program ini akan meluas di banyak sekolah,” ungkapnya.
Pendidikan inklusif merupakan sistem layanan pendidikan yang mensyaratkan ABK belajar di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya. Sekolah penyelenggaranya adalah sekolah yang menampung semua murid di kelas yang sama.
“Sekolah ini menyediakan program pendidikan yang layak, menantang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid maupun bantuan dan dukungan yang dapat diberikan oleh para guru, agar anak-anak berhasil,” jelasnya.
Lebih jauh Syamsul Huda mengatakan, pihaknya akan menyosialisasikan sekolah ini kepada masyarakat di sekitar lingkungan sekolah. Sehingga anak yang berkebutuhan khusus bisa masuk sekolah reguler. “Pendidikan itu untuk semuanya. Jadi, tidak ada lagi perbedaan antara ABK dengan mereka yang bukan ABK. Perlakuannya sama, tidak boleh dibeda-bedakan. Gurunya akan dilatih secara khusus,” tegasnya. (wan/drs)


COMMENTS