Penulis Wawan Bromo FM Selasa 14/07/2015 KRAKSAAN – Kegiatan Safari Ramadhan 1436 H/2014 Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo beserta...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 14/07/2015
KRAKSAAN – Kegiatan Safari Ramadhan 1436 H/2014 Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo berakhir di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan, Senin (13/7) sore.Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi beserta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo.
Hadir pula Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah KH Sa’dullah Asy’ari, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Syihabuddin Sholeh beserta segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Sekda Nawi mengungkapkan bahwa Safari Ramadhan merupakan wujud silaturahim antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat. ”Mohon maaf apabila selama memberikan pelayanan kepada masyarakat masih ada kekurangan. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini kita dianjurkan untuk saling memaafkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut Sekda Nawi mengajak masyarakat yang hadir untuk memperbanyak amal ibadah di bulan suci Ramadhan ini. ”Manfaatkan momentum bulan suci Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT,” tegasnya.
Menurut Sekda Nawi, tujuan puasa adalah untuk membentuk orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dimana ciri-ciri orang bertaqwa ada 4 (empat). Yakni, orang yang suka shodakoh hartanya meskipun miskin, orang yang bisa menahan amarah, orang yang sering bermaaf-maafan dengan sesama dan orang yang melakukan pekerjaan dengan ikhlas.
Memasuki hari-hari terakhir puasa, mantan Inspektur Kabupaten Probolinggo ini juga mengajak semua orang yang hadir untuk bersama-sama memburu malam Lailatul Qodar. Dimana malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Tetapi ada 4 (empat) golongan manusia yang tidak mendapatkan Lailatul Qodar. Yakni ketika malam Lailatul Qodar sedang mabuk, anak durhaka kepada orang tua, suami istri yang sedang tidak rukun dan tidak saling bertegur sapa dengan sesama,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS