Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 30/07/2015 KRAKSAAN - Gagal membeli alat kesehatan Cluster Diferensiansi 4 (CD4) tahun lalu, RSUD Waluy...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 30/07/2015
Kini, satu unit CD4 itu ditempatkan di ruang Voluntary Counseling Test (VCT) RSUD. Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, sejak dua bulan lalu pihaknya sudah memiliki CD4. Sehingga, masyarakat yang ingin mengecek positif tidaknya terjangkit HIV/AIDS, tak perlu ke Malang atau Surabaya, seperti selama ini.
“Alat CD4 ini harganya mahal, mencapai sekitar Rp 1 miliar. Karena mahal, rencana pengadaan tahun kemarin di-cancel. Tapi, Alhamdulillah malah dapat bantuan dari Kementerian Kesehatan berupat alat CD4,” ungkapnya.
Melalui CD4 itu jelas Anang, juga dapat mengukur ketahanan tubuh penderita HIV/AIDS dan pengobatannya. Sehingga, obat yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tubuh pasien. “Dengan memberikan obat bukan berarti untuk mengobati, tapi untuk memperlambat penyebaran virus HIV/AIDS. Karena obat HIV/AIDS hingga kini belum ada,” jelasnya.
Diketahui, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo cukup banyak. Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, sejak tahun 2000-2015 ditemukan 994 kasus. Dari ratusan kasus itu, sebanyak 313 ODHA meninggal dunia. Sedangkan, 618 ODHA masih hidup. Bahkan, tahun ini sudah tercatat 109 kasus dan 34 ODHA telah meninggal dunia. (maz/drs)


COMMENTS