Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 07/07/2015 DRINGU - Setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok selalu mengalami tren ...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 07/07/2015
DRINGU - Setiap kali memasuki bulan suci Ramadhan, harga bahan pokok selalu mengalami tren kenaikan harga. Untuk itu Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko meminta kepada para ibu rumah tangga untuk membeli bahan pokok secukupnya.Hal itu diungkapkan Wabup Timbul saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga sekaligus operasi pasar di Pasar Dringu, Senin (6/7). Dalam sidaknya, Wabup Timbul memang sengaja sangat memperhatikan sayuran di Pasar Dringu.
“Kalau harga bahan pokok memang cenderung stabil. Tapi untuk sayur mayur justru mengalami penurunan. Seperti yang saya pantau, harga terong biasanya Rp 7 ribu sekarang menjadi Rp 5 ribu perkilogramnya,” ungkapnya.
Dalam sidak kali ini Pemkab Probolinggo tetap mengontrol kestabilan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Sidak ini menurut Wabup dilakukan untuk menjaga inflasi di Kabupaten Probolinggo.
“Jika persediaan barang kurang, harga pasti akan naik. Harapan saya, untuk ibu-ibunya menahan keinginan. Belilah bahan pokok secukupnya. Jangan takut langka, kemudian memborong bahan pokok. Kalau sudah seperti itu, akhirnya langka juga,” jelasnya.
Selain itu Wabup Timbul mengatakan bahwa Pemkab Probolinggo pada Ramadhan ini telah menyiapkan operasi pasar. Dalam operasi pasar, Pemkab Probolinggo mendistribusikan kebutuhan pokok sejumlah 2.500 kemasan beras yang masing-masing berisi beras 5 kg dan 6.170 kemasan gula masing-masing 1 kg.
Untuk melancarkan pendistribusian bahan pokok tersebut, Pemkab Probolinggo akan mengadakan operasi pasar hingga 14 Juli mendatang. Operasi tersebut akan dilaksanakan di 10 titik di 10 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Dringu, Paiton, Maron, Leces, Bantaran, Sumberasih, Sukapura, Lumbang dan Tongas.
Untuk operasi pasar ini, Pemkab Probolinggo hanya memberikan subsidi gula dan beras. “Harganya tentu jauh lebih murah. Sudah saya cek di Pasar Dringu,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko mengatakan, dalam setiap kali operasi pasar di kecamatan, Pemkab Probolinggo menyediakan beras 220 paket beras dan 500 paket gula. “Untuk berasnya kami bekerja sama dengan Bulog Subdivre Probolinggo,” ujarnya.
Operasi pasar yang dilakukan di Kecamatan Dringu ini direspons antusias oleh warga setempat. Seperti diungkapkan Siti Maryam, seorang warga Desa Pabean Kecamatan Dringu. “Operasi pasar ini sangat membantunya. Sebab, harga yang dijual relatif lebih murah,” katanya. (maz/drs)


COMMENTS