Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 18/07/2015 LECES – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo belum membuka pelayanan...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 18/07/2015
LECES – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Probolinggo belum membuka pelayanan untuk menikmati layanan air dari Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Darungan. Pasalnya, SPAM tersebut belum dioperasikan secara luas. Sementara ini menurut PDAM baru dilakukan trial atau uji coba saja.Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono. “Kita belum membuka secara resmi, karena itu kami belum bisa terima pendaftar,” katanya.
Sebelumnya memang sudah ada yang mendaftar yakni sekitar 41 orang. Itu ketika pihaknya memantau ujicoba yang dilakukan. Diyakini, ketika pendaftaran dibuka maka akan semakin banyak yang mendaftarkan diri. Sementara SPAM tersebut belum di operasikan secara resmi. Pihaknya khawatir jika dilakukan pendaftaran namun pelayanan belum diberikan, maka akan memicu pertanyaan di kalangan masyarakat.
“Lebih baik ketika sudah dioperasionalkan penuh, baru kami menerima pendaftaran,” katanya.
Bambang belum memastikan kapan akan dilakukan. Sebab, pihaknya menunggu pelimpahan dari pemerintah pusat. Namun, pihaknya bisa mengelola secara sementara. Hanya saja, pihaknya belum menerima berita acara pengelolaan sementara yang disusun bersama dengan Dinas PU Jatim. Jika itu terealisasikan maka pihaknya bisa mengelola sementara. “Mungkin setelah ada berita acara kami bisa buka pendaftaran. Harapannya ya segera,” tegasnya.
Rencananya, SPAM tersebut mengakomodir beberapa kecamatan seperti Kecamatan Kraksaan, Besuk, Pakuniran, Paiton, Gading dan Krucil. Untuk Krucil sendiri, ada skeitar 3 ribu kepala keluarga (KK) yang akan menikmati aliran air tersebut.
Kementrian PU melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA) menggelontorkan anggaran Rp 20 miliar untuk dua Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) yakni suntikan kali pedati. Pengajuan itu sudah disetujui oleh kementrian. Setelah merampungkan SPAM Darungan, Pemkab melanjutkan pipa untuk mendistribusikan air bersih pada warga melalui Kali Pedati.
Anggaran miliaran itu dibutuhkan untuk pemasangan transmisi SPAM dan lain sebagainya. Sejatinya, proyek tersebut satu paket dengan SPAM Darungan. Hanya saja karena tidak bisa diselesaikan satu tahap dengan alasan keterbatasan anggaran, maka diselesaikan lebih dari satu tahap. (maz/drs)


COMMENTS