Penulis Wawan Bromo FM Senin 20/07/2015 SUKAPURA - Antisipasi erupsi Gunung Bromo yang menurut siklus terjadi lima tahun sekali teru...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 20/07/2015
Dari pengamatan di lapangan, jalur evakuasi yang mirip penunjuk arah ini mulai terpasang di jalur masuk menuju Desa Sariwani. Penunjuk arah tersebut menunjukkan jalan agar setiap warga yang melintas untuk mengikuti jalur tersebut. “Kita memasang di puluhan titik terutama di tikungan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Tidak kurang 50 penunjuk arah dipasang di sepanjang jalan menuju Bromo. Sejatinya semua pengendara jalan sudah mengetahui jalur evakuasi yang memang menjadi jalan utama dari dan menuju Bromo tersebut. Hanya saja, ia mengantisipasi jika ada orang baru atau warga asing yang tidak hafal jalan tersebut.
Karena itu, di penunjuk arah itu juga tertulis dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris. “Kami memang menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan terjadinya siklus erupsi. Sesuai dengan dokumen rencana kontijensi itu, kita juga perlu memasang rambu,” jelasnya.
Mantan Camat Dringu ini mengaku anggaran untuk pemasangan jalur evakuasi itu masuk dalam pos mitigasi dan penyebaran informasi senilai Rp 100 juta. Alokasi anggaran untuk persiapan erupsi tidak hanya mitigasi saja. Total ada anggaran Rp 750 juta yang disiapkan melalui APBD 2015.
Selain mitigasi, juga dialokasikan anggaran untuk aktvasi relawan BPBD Rp 50 juta; koordinasi dan sinkronisasi kesiapsiagaan senilai Rp 100 juta; gladi posko bencana erupsi bromo senilai Rp 200 juta; gelar relawan BPBD Rp 300 juta. “Angka totalnya lebih dari setengah miliar,” terangnya. (wan/drs)


COMMENTS