Penulis Wawan Bromo FM Minggu 26/07/2015 SUMBERASIH – Tugas seorang bidan adalah melayani kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reprodu...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 26/07/2015
SUMBERASIH – Tugas seorang bidan adalah melayani kesehatan ibu, anak, dan kesehatan reproduksi, serta Keluarga Berencana (KB). Hal tersebut ditegaskan bidan Desa Laweyan Kecamatan Sumberasih Indah Dwi Retnaningtiyas.Perempuan kelahiran Probolinggo, 23 Maret 1979 ini berpesan kepada masyarakat, terutama ibu hamil (bumil) untuk selalu memeriksakan kehamilannya sedini mungkin dan secara teratur setiap bulan ke fasilitas kesehatan, khususnya bidan yang ada di desa.
“Yang terpenting lagi, bumil harus melahirkan di fasilitas kesehatan sehingga ibu dan bayi lahir dengan sehat dan selamat,” ungkap istri dari Imam Subekti ini.
Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Suparmin dan Sriningsih ini mengaku, memiliki kunci sukses dalam melayani masyarakat. Yakni, selalu tersenyum dan ramah kepada setiap pasien yang datang, penuh kesabaran dalam menghadapi setiap orang, ikhlas menjalani profesi tersebut.
“Menjadi bidan yang profesional harus mampu menolong seluruh masyarakat tanpa menilai dari segi materi,” jelas alumnus Akbid Griya Husada Surabaya ini.
Perempuan yang mengawali karir sebagai bidan PTT di Desa Giliketapang ini mengaku, memiliki pengalaman yang sangat berkesan ketika menjemput dan mengajak ibu yang mau bersalin ke fasilitas kesehatan (Polindes) dengan menaiki becak dari rumahnya. Sejak saat itu semua ibu bersalin yang ada di Desa Laweyan tidak lagi bersalin di rumah dan mau bersalin di polindes semua.
“Harapan saya dengan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilannya secara dini dan teratur setiap bulan serta melahirkan di fasilitas kesehatan diharapkan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian Bayi) menurun,” tegas dua anak ini.
Bidan yang pernah bertugas di Desa Sumberbendo ini mengaku, motivasi menjadi bidan adalah mimpi dari seorang ibu yang menginginkan anak perempuannya menjadi seorang bidan. “Dari keinginan itu, saya sekolah ke program pendidikan bidan. Tetapi semua itu juga tidak lepas dari izin Allah,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS