Penulis Dimaz Bromo FM Sabtu 18/07/2015 SUKAPURA – Sebagai sekolah yang berada di kawasan Tengger, SDN Ngadisari 2 di Kecamatan Suka...
Penulis Dimaz Bromo FM
Sabtu 18/07/2015
“Setiap hari Sabtu ada pelajaran mulok yang diikuti oleh murid-murid kelas 1 sampai kelas 6. Dimana semua murid mengenakan pakaian adat,” kata Atmo Triono, guru agama SDN Ngadisari 2.
Pasraman ini mirip dengan kegiatan pondok Ramadhan yang dilakukan selepas jam istirahat hingga jam pulang sekolah. Pada kesempatan itu semua murid diberikan pembelajaran tentang adat istiadat dan keagamaan yang dianut oleh suku Tengger, hari raya orang-orang Tengger dan hal lainnya yang berkaitan dengan Tengger.
Dalam hal itu pelaksanaannya dimulai dengan acara Kasada, Kuningan, Unan-unan, Hari Raya Karo dan yang lainnya, mekanisme penghitungan bulan menurut suku Tengger juga diajarkan pada murid sejak usia dini di sekolahnya.
“Biasanya kegiatan itu dilakukan oleh guru agama, kadang-kadang kami datang dengan narasumber seperti dukun,” kata guru asal Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura ini. Tak hanya pemaparan, pasraman juga diisi dengan praktek.
Menurutnya, pasraman dilakukan untuk menanamkan sejak dini kepada murid-muridnya tentang budaya dan adat istiadat Tengger. Upaya itu juga bertujuan untuk melestarikan budaya suku kawasan gunung Bromo itu supaya tidak punah. (maz/drs)


COMMENTS