Penulis Wawan Bromo FM Rabu 29/07/2015 PROBOLINGGO – Kementrian Agama (kemenag) Kabupaten Probolinggo akhirnya mencairkan dana Bantu...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 29/07/2015
PROBOLINGGO
– Kementrian Agama (kemenag) Kabupaten Probolinggo akhirnya mencairkan
dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah. Total anggaran
untuk madrasah mulai MI, MTs sampai MA di Kabupaten Probolinggo mencapai
Rp 63,4 miliar.
Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik mengungkapkan, model pencairan di BOS madrasah adalah SPJ rampung. Di mana, madrasah menalangi terlebih dulu kebutuhan operasional selama 6 bulan lalu. Tentunya, operasional tersebut harus sesuai dengan rencana anggaran yang telah disusun sebelumnya.
“Bagi yang SPJ-nya selesai dan dilaporkan tentu bisa segera dicairkan. Sementara madrasah yang belum merampungkan SPJ tentu saja tidak akan dicairkan dana BOS-nya. Aturannya memang begitu,” jelasnya.
Untuk pencairannya sendiri, kata Taufik, bisa melalui rekening dan juga cash. Namun, yang lebih aman menurutnya memang melalui rekening bank. Karena itu, pihaknya sebelumnya meminta semua madrasah untuk membuka rekening agar pencairan bisa melalui bank.
Jumlah nominal BOS sendiri naik dibandingkan tahun lalu. Di mana untuk jenjang MI tahun lalu setiap siswa mendapatkan Rp 580 ribu, sementara tahun ini mendapatkan Rp 800 ribu.
Jenjang MTs tahun lalu mendapatkan Rp 710 ribu, sedangkan tahun ini mendapatkan Rp 1 juta. Sementara jenjang MA tahun lalu mendapatkan Rp 1 juta kini naik menjadi Rp 1,2 juta. (wan/drs)
Rabu 29/07/2015
PROBOLINGGO
– Kementrian Agama (kemenag) Kabupaten Probolinggo akhirnya mencairkan
dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah. Total anggaran
untuk madrasah mulai MI, MTs sampai MA di Kabupaten Probolinggo mencapai
Rp 63,4 miliar.Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik mengungkapkan, model pencairan di BOS madrasah adalah SPJ rampung. Di mana, madrasah menalangi terlebih dulu kebutuhan operasional selama 6 bulan lalu. Tentunya, operasional tersebut harus sesuai dengan rencana anggaran yang telah disusun sebelumnya.
“Bagi yang SPJ-nya selesai dan dilaporkan tentu bisa segera dicairkan. Sementara madrasah yang belum merampungkan SPJ tentu saja tidak akan dicairkan dana BOS-nya. Aturannya memang begitu,” jelasnya.
Untuk pencairannya sendiri, kata Taufik, bisa melalui rekening dan juga cash. Namun, yang lebih aman menurutnya memang melalui rekening bank. Karena itu, pihaknya sebelumnya meminta semua madrasah untuk membuka rekening agar pencairan bisa melalui bank.
Jumlah nominal BOS sendiri naik dibandingkan tahun lalu. Di mana untuk jenjang MI tahun lalu setiap siswa mendapatkan Rp 580 ribu, sementara tahun ini mendapatkan Rp 800 ribu.
Jenjang MTs tahun lalu mendapatkan Rp 710 ribu, sedangkan tahun ini mendapatkan Rp 1 juta. Sementara jenjang MA tahun lalu mendapatkan Rp 1 juta kini naik menjadi Rp 1,2 juta. (wan/drs)
Bila website kraksaan online bisa memberikan manfaat mohon klik salah satu iklan di website kraksaan online.Dan admin ucapkan terima kasih banyak atas partisipasi anda di kraksaan online


COMMENTS