Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 29/07/2015 KRAKSAAN - Saat ini sebagian besar wilayah sudah memasuki musim kemarau, tidak terkecuali jug...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 29/07/2015
KRAKSAAN - Saat ini sebagian besar wilayah sudah memasuki musim kemarau, tidak terkecuali juga Kabupaten Probolinggo. Musim kemarau ini berdampak kuat dengan kekeringan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo telah menetapkan Status Siaga Bencana Kekeringan.Bahkan Pemkab Probolinggo sudah menetapkan beberapa dusun di 40 desa di 11 kecamatan terparah mengalami kekeringan tahun ini, masuk kategori daerah rawan kering kritis.
Sementara saat ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo mengaku masih belum siap dengan adanya musim kekeringan ini. Oleh karena itu diprediksi para petani akan mengalami gagal panen. Sebab sebelum kemarau petani menanam tanaman yang memerlukan asupan air yang maksimal.
“Kalau musim kemarau sudah tiba seperti saat ini, petani menanam tanaman yang tahan dengan kurang air. Karena kalau dipaksakan menanam tanaman yang membutuhkan air banyak, otomatis petani akan gagal panen,” ungkap Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.
Sedangkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan desa dikategorikan kering kritis apabila tidak hujan selama tiga hari berturut-turut sehingga kekurangan air bersih. Selain itu, masyarakat apabila mau mengambil air bersih minimal paling dekat 3 kilometer. “Menyikapi musibah kekeringan ini, kami sudah melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang masuk kategori mengalami kering kritis,” ungkapnya.
Joko menjelaskan pendistribusian air bersih nantinya akan dilakukan sesuai permintaan masyarakat yang direkomendasi kepala desa. Dalam distribusi tersebut, BPBD mengerahkan enam armada untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat. (maz/drs)


COMMENTS