Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 21/07/2015 LECES - Ratusan jemaah aboge di Kabupaten Probolinggo merayakan Hari Raya Idul Fitri pada M...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 21/07/2015
LECES - Ratusan jemaah aboge di Kabupaten Probolinggo merayakan Hari Raya Idul Fitri pada Minggu (19/7) pagi. Pelaksanaan lebaran jemaah ini berselisih dua hari dari penetapan pemerintah yang telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri, Jum’at (17/7). Adapun pedoman yang dipegang dalam penetapan lebaran berdasarkan perhitungan tahun hijriyah yang dipadu dengan kitab Primbon Jawa Kuno.Salah satu jemaah aboge di Kabupaten Probolinggo yang baru merayakan Hari Raya Idul Fitri, Minggu (19/7) ini adalah jemaah aboge yang tersedar di Dusun Krajan Desa Pondokwuluh Kecamatan Leces.
Meski mayoritas umat Islam telah melaksanakan Hari Raya Idul Fitri, Jum’at (17/7) lusa kemarin berdasarkan ketetapan pemerintah, namun jemaah ini tetap berpegang teguh pada keyakinannya melaksanakan sholat Ied pada minggu pagi.
Dengan khusu’, jemaah pimpinan Ustadz Bury Mariyah melakukan sholat Ied di Masjid Al Barokah Desa Pondokwuluh Kecamatan Leces. Jemaah perempuan terpaksa menggelar ibadah di halaman masjid lantaran ruangan masjid telah dipenuhi jemaah laki-laki.
Meski merayakan lebaran berselisih dua hari dari mayoritas umat Islam di tanah air, namun jemaah aboge tidak merasa terbelakang. Pasalnya di daerah tersebut kerukunan dan toleransi antara aliran agama maupun antara agama lain dijunjung tinggi.
Ustadz Buri Bariyah mengatakan pedoman yang digunakan dalam menetapkan lebaran maupun puasa bulan Ramadhan jemaah aboge berdasarkan tahun hijriyah dalam kitab Mujarobah yang dipadukan Primbon Jawa Kuno dan sudah dianut sejak puluhan tahun yang lalu.
“Pada lebaran kali ini, perhitungan lebaran adalah Wal Jiru atau satu Syawal jatuh pada hari yang luru atau tanggal kedua dari bulan Syawal. Artinya, hari raya Idul Fitri mundur dua hari dari semestinya tanggal satu Syawal sehingga lebaran jemaah aboge jatuh pada minggu Wage, 19 Juli 2015,” ungkapnya.
Usai sholat Ied, para jemaah saling bersalaman dan dilanjutkan dengan makan bersama didalam masjid sambil mendengarkan bunyi petasan. Di Kecamatan Leces, jemaah aboge juga tersebar di Desa Pondokwuluh dan Leces. Diperkirakan jumlah mereka mencapai 2.000 jiwa. (maz/drs)


COMMENTS