Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 16/07/2015 KRAKSAAN – Perhelatan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Probolinggo 8 J...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 16/07/2015
Hal tersebut diakui betul oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. “Harus ada kedewasaan dalam berdemokrasi untuk menerima apapun hasil dari proses pilkades,” ungkapnya.
Tantri tidak memungkiri jika dari pilkades tersebut akan ada sejumlah pihak yang tidak puas. Sangat mungkin, untuk mengekspresikan rasa tidak puas itu, para pendukung maupun calon kepala desa (cakades) yang tidak terpilih, melakukan berbagai hal.
“Seperti melapor ke Polres Probolinggo atau paling tidak terjadi gesekan antar cakades dan para pendukungnya. Ini dia, pentingnya masyarakat harus lebih dewasa dalam demokrasi,” katanya.
Karena itu, Tantri menghimbau polemik semacam itu tak diperpanjang. Menurutnya, dengan momentum lebaran dan bulan Syawal adalah momen terbaik untuk terus membangun Kabupaten Probolinggo agar lebih maju.
“Masyarakat harus dewasa menyikapi hasil dari pilkades serentak sebagai proses demokrasi. Bulan Syawal jadikanlah momentum untuk saling bermaafan. Isilah proses demokrasi dengan akhlakul karimah,” jelasnya.
Lebih lanjut Tantri menyebut pemahaman yang baik dalam proses demokrasi akan berdampak pada situasi kondusif di Kabupaten Probolinggo.
Dari 252 desa yang dijadwalkan menggelar pilkades serentak, ada 2 desa yang menemui problem dan terpaksa diulang. Yakni di Desa Kotaanyar Kecamatan Kotaanyar dimana pilkades tidak jadi digelar karena satu dari dua cakades meninggal dunia. Yakni Sunaryoko.
Satu desa lainnya adalah Desa Penambangan Kecamatan Pajakaran. Agus Salim, cakades terpilih di Penambangan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan Sabtu (11/7) dini hari lalu di Kabupaten Pasuruan.
Dalam beberapa waktu mendatang, proses dan tahapan pilkades di dua desa tersebut berlangsung. Rencananya, jika tidak ada halangan, pelaksanaan pilkades di Penambangan dan Kotaanyar akan digelar pada 12 Agustus mendatang. (maz/drs)


COMMENTS