Penulis wawan Bromo FM Rabu 29/07/2015 BANTARAN – Menyikapi kekeringan yang melanda 40 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Probolinggo...
Penulis wawan Bromo FM
Rabu 29/07/2015
BANTARAN – Menyikapi kekeringan yang melanda 40 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo sudah bergerak melakukan droping (distribusi) air bersih. Tapi, sampai kemarin pendistribusian air bersih itu masih bersifat permintaan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan droping air masih bersifat permintaan, karena dana pendistribusian senilai Rp 200 juta belum turun. “Makanya kami hanya melakukan droping air ke desa yang mengajukan permintaan. Sedangkan desa lain belum, karena dana distribusi air belum turun,” ujarnya.
Salah satu desa yang mendapat distribusi air bersih adalah Desa Gunung Tugel Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo. Datangnya suplai air bersih itu langsung disambut antusias oleh warga desa setempat.
Mantan Camat Maron ini memastikan bahwa dalam waktu dekat, desa-desa yang krisis air bersih, akan segera mendapat pasokan. “Yang jelas tak lama lagi akan di droping sesuai dengan jadwal,” jelasnya.
Sesuai dengan SK (Surat Keputusan) Bupati Probolinggo, beberapa dusun di 40 desa di 11 kecamatan masuk kategori kekeringan kritis. Salah satu indikator kering kritis adalah bila masyarakat sampai harus mendapatkan air bersih berjarak minimal 3 kilometer.
Mantan Camat Bantaran ini mengatakan, perlu sinergitas program pembangunan dengan instansi terkait. “Salah satunya dengan membangun sumur bor dan pipanisasi di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hal lain adalah membangun embung untuk merangsang sumber mata air,” tegasnya.
Dwijoko berharap, dari tahun ke tahun desa kering kritis di Kabupaten Probolinggo terus berkurang. “Karena itu, keterlibatan instansi terkait untuk ikut mengurangi risiko bencana kekeringan sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS