Penulis Dimaz Jum'at 03/07/2015 KRAKSAAN - Babi hutan yang diduga ‘babi ngepet’ yang ditangkap warga di Kelurahan Patokan Kecama...
Penulis Dimaz
Jum'at 03/07/2015
“Selama tiga hari kami pelihara di Polsek hewan itu tidak mau makan. Kami sudah mencoba memberinya ketimun, gubis bahkan nasi rawon pun kami suguhkan, tapi hewan itu tidak mau makan, akhirnya hewan itu hari ini mati,” kata Kapolsek Kraksaan Kompol Subadar, Senin (29/6).
Kompol Subadar menduga penyebab kematian babi hutan itu karena kedua telinganya dipotong oleh warga saat ditangkap. Pasalnya, warga menduga babi itu adalah hewan pesugihan yang disuruh majikannya.
“Mati karena tidak makan. Selain itu mungkin kesakitan gara-gara kedua telinganya dipotong,” tambahnya.
Sementara Heri (50) warga setempat penangkap babi hutan tersebut mengaku, kalau dirinya dan para tetangganya sangat meyakini kalau babi itu adalah hewan jadi-jadian untuk pesugihan, makanya kedua telinganya dipotong.
“Tidak disangka kalau babi itu mati. Sebelumnya kami merasa heran saja, karena babi itu tiap malam berkeliaran di tempat kami. Jadi kami meyakini itu hewan pesugihan. Tenyata sekarang sudah mati,” ujarnya. (maz/drs)


COMMENTS