Penulis Dimaz Bromo FM Senin 20/07/2015 DRINGU - Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggar...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 20/07/2015
DRINGU - Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk fish apartement atau yang akrab dengan istilah rumah ikan. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,2 miliar pada pos APBD tahun ini.Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, keberadaan rumah ikan sangat berpengaruh pada populasi ikan di laut. Diketahui, penggunaan alat tangkap ikan yang ilegal membuat populasi ikan semakin lama semakin menyusut. Karena itu, pihaknya menerapkan kebijakan pemeliharaan ikan dengan konsep rumah ikan tersebut.
Ada empat titik yang akan dibangun fish apartemen. Dimana setiap titik akan menelan anggaran hingga Rp 300 juta.
Setiap tahun pihaknya bekerja sama dengan keamanan laut terpadu (Kamladu) mengontrol populasi ikan di perairan Probolinggo. Selain itu, ketika dilakukan operasi, pihaknya juga mengamati sejumlah rumah ikan yang dibangun tahun-tahun sebelumnya.
Karenanya Dedy kaget ternyata banyak rumah ikan yang rusak di sepanjang perairan Probolinggo mulai Kecamatan Tongas hingga Paiton. Karena itu, tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran untuk penyelamatan populasi ikan. “Sebab, nelayan kini semakin sedikit yang peduli bagaimana keadaan laut kita,” jelasnya.
Selain ituPihaknya juga bekerjasama dengan balai besar penangkapan ikan Semarang untuk mempertahankan populasi ikan. “Padahal, nelayan sangat tergantung pada keberadaan ikan. Hanya saja kami juga tidak tahu sangat sedikit nelayan yang peduli pada masa depan ikan-ikan ini,” katanya.
Karena itu, Dedy menghimbau agar nelayan tidak hanya memikirkan berapa ikan yang ia dapat setiap harinya. Ia juga berharap nlayan juga memikirkan pelestarian ikan agar terus bia dimanfaatkan oleh nelayan. “Salah satunya jangan pakai mini trawl, karena itu merusak habitat ikan,” tegasnya. (maz/drs)


COMMENTS