Penulis Wawan Bromo FM Senin 20/07/2015 KRAKSAAN – Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Probolinggo tentang Status Siaga Bencana Kek...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 20/07/2015
KRAKSAAN – Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Probolinggo tentang Status Siaga Bencana Kekeringan di Kabupaten Probolinggo tahun 2015, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menetapkan beberapa dusun di 39 desa di 11 kecamatan masuk kategori daerah rawan kering kritis.“Desa dikategorikan kering kritis apabila tidak hujan selama tiga hari berturut-turut sehingga kekurangan air bersih. Selain itu, masyarakat apabila mau mengambil air bersih minimal paling dekat 3 kilometer,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi.
Sebagai antisipasi bencana kekeringan akibat datangnya musim kemarau, BPBD sudah mulai melakukan dropping (distribusi) air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Air bersih yang dikirimkan tersebut dimasukkan ke tandon-tandon air agar bisa dimanfaatkan masyarakat. Bahkan ada masyarakat yang berebut dengan jeriken begitu mengetahui mobil dropping air bersih datang,” jelasnya.
Mantan Camat Bantaran ini menjelaskan, distribusi air bersih sesuai permintaan masyarakat yang direkomendasi kepala desa. Dalam distribusi tersebut, BPBD mengerahkan enam armada untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
“Perlu sinergitas program pembangunan, salah satunya dengan membangun sumur bor dan pipanisasi di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Hal lain adalah membangun embung untuk merangsang sumber mata air,” tegasnya.
Lelaki kelahiran Probolinggo, 24 Juli 1969 ini menegaskan, tidak semua desa di 11 kecamatan tersebut dilanda kekeringan. Demikian juga tidak semua dusun di 39 desa terkena dampak kekeringan datangnya musim kemarau.
“Kami berharap dari tahun ke tahun desa kering kritis terus berkurang. Keterlibatan instansi terkait untuk ikut mengurangi risiko bencana kekeringan sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS