Penulis Dimaz Bromo FM Rabu 03/04/2015 KRAKSAAN - Jelang datangnya bulan suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kab...
Penulis Dimaz Bromo FM
Rabu 03/04/2015
KRAKSAAN - Jelang datangnya bulan suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Probolinggo merazia toko minuman keras (miras) yang berada di dua kecamatan, Senin (1/5). Razia itu dilakukan, agar pada waktu bulan puasa nanti masyarakat Kota Kraksaan bisa berkonsentrasi menjalankan ibadah dan tidak terganggu dengan peredaran miras.Operasi ini dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Muhammad Abduh Ramin beserta belasan anggotanya. Mereka merazia beberapa toko di Kecamatan Paiton dan Kraksaan.
Dalam operasi tersebut, Satpol PP Kabupaten Probolinggo berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merek. Di antaranya anggur merah, arak, bir dan ratusan botol kosong yang akan diisi dengan miras oplosan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Muhammad Abduh Ramin mengatakan, operasi ini sengaja dilakukan untuk meminimalisir kasus penyakit masyarakat (pekat) di Kraksaan dan Paiton.
Pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya, kasus kejahatan justru meningkat jelang puasa. Salah satu penyebabnya pengaruh terhadap miras. Oleh karenanya Sapol PP tidak ingin kecolongan lagi. “Ratusan botol miras kami amankan dulu di kantor kami,” katanya.
Mantan Camat Kuripan ini menjelaskan, operasi ini sengaja digelar jelang Ramadhan. Hal itu dilakukan supaya ibadah puasa tidak terganggu dengan beredarnya miras di Kraksaan dan Paiton. “Biar khusyuk menjalani puasa,” tegasnya.
Ratusan botol miras itu disita dari pengecer, distributor dan produsen ilegal. Khusus penjual, mereka hanya dibina dan tidak mendapatkan sanksi pidana. “Tindakan pertama kami pembinaan dulu. Kalau memang mereka masih tetap menjual, nanti ada sanksi pidana. Botol-botol sitaan itu dalam waktu dekat rencananya akan dimusnahkan,” terangnya.
Abduh menyatakan akan menggelar operasi secara intensif sebelum maupun selama Ramadhan. “Tidak hanya miras, tapi nanti akan kami kembangkan ke operasi penyakit masyarakat lainnya,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS