Penulis Dimaz Bromo FM Selasa 02/06/2015 KOTAANYAR - Sebagai implementasi dari program Santri Entrepreneur Harapan Nanti (Sehati), Di...
Penulis Dimaz Bromo FM
Selasa 02/06/2015
KOTAANYAR - Sebagai implementasi dari program Santri Entrepreneur Harapan Nanti (Sehati), Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan pembuatan pupuk pestisida nabati (pestina) dan pupuk organik bagi santri Pesantren Nurur Rahmah Desa Sambirampak Lor Kecamatan Kotaanyar.Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo melalui Kasi Perlindungan Tanaman Perkebunan Suparman mengungkapkan, pelatihan ini diberikan karena saat ini harga pupuk pabrik atau kimia semakin mahal dan penggunaan pupuk anorganik semakin tidak menjamin peningkatan.
“Selain itu, menurunnya kandungan badan organik di lahan pertanian serta maraknya ketergantungan pupuk. Disamping juga menekan residu, penggunaan pupuk pestina dan organik juga dapat menyuburkan tanah,” ungkapnya.
Menurut Suparman, pelatihan kepada santri ini untuk mendidik santri agar menjadi seorang entrepreneur (pengusaha) yang bisa diterapkan ketika sudah kembali ke tengah-tengah masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan agar santri memiliki minat kemauan dan kemampuan membuat pupuk pestina dan pupuk organik. Sehingga nantinya memahami teknik dan membaca peluang untuk mendirikan sebuah usaha secara professional. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa memberikan semacam motivasi dan dorongan semangat kepada para santri agar mampu mengembangkan dan mengolah kemampuan yang dimilikinya,” jelasnya.
Lebih lanjut Suparman menjelaskan, peran santri dalam pembuatan pestina dan pupuk organik sangat diperlukan disebabkan merosotnya kesuburan tanah untuk tanaman tembakau karena rendahnya kandungan bahan organik tanah. Selain itu, adanya lapisan padas/lapisan keras akibat kegiatan pengolahan tanah pada tanaman padi yang menyebabkan terbentuknya lapisan padas dangkal. “Lahan dengan lempung tinggi atau lahan yang sulit melakukan drainase merupakan lahan yang kurang sesuai untuk tanaman tembakau,” terangnya.
Suparman menjelaskan pemupukan tanaman bertujuan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Aplikasinya dilakukan melalui pemupukan berimbang berdasarkan analisis tanah, kualitas yang dikehendaki konsumen dan cuaca masa pertumbuhan.
“Pupuk organik dibutuhkan karena 95% lahan pertanian mengandung C-organik kurang dari 1%. Padahal kandungan bahan organik yang ideal sekitar 5%, C-organik sekitar 2,9%.
Faktor lain, adanya penurunan pH pada lahan pertanian akibat pemakaian Urea dan ZA terus menerus. Fakta di lapangan menunjukkan rekomendasi pemupukan Urea pada tahun 1970 berkisar 100-150 kg/ha. Tetapi saat ini berkisar 300-350 kg/ha,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS