Penulis Dimaz Bromo FM Senin 22/06/2015 KRAKSAAN - Momentum pemilihan kepala desa (pilkades) serentak bertepatan dengan bulan suci...
Penulis Dimaz Bromo FM
Senin 22/06/2015
KRAKSAAN - Momentum pemilihan kepala desa (pilkades) serentak bertepatan dengan bulan suci Ramadan, 8 Juli mendatang. Karenanya, Pemkab Probolinggo berupaya untuk mendinginkan suasana. Melalui Bagian Pemerintahan, Pemkab Probolinggo mengimbau supaya seluruh simpatisan di 252 desa saling menahan diri dan mengedepankan pola kampanye yang bersifat religi.
Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kampanye pilkades akan berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli mendatang. Selama tiga hari seluruh calon kepala desa yang berada di 252 desa di 24 kecamatan akan mengampanyekan diri pada pendukungnya di masing-masing desa. Setelah tahapan tersebut, dilanjutkan pada masa tenang selama tiga hari dari 3 Juli hingga 7 Juli mendatang.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh sejumlah calon kepala desa yang akan maju pada pemilihan nanti. Diantaranya mereka banyak yang menggunakan media banner untuk memperkenalkan diri pada kontituenya.
Sejumlah Alat Peraga Kempanye (APK) dari sejumlah calon kepala desa (cakades) di beberapa daerah mulai marak. Seperti di sepanjang jalur pantura di Kabupaten Probolinggo.
Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menghimbau agar saat pelaksanaan kampanye pilkades lebih pada kegiatan yang bersifat agamis. “Kami harapkan mereka melakukan kampanye yang bersifat agamis dan bernuansa ibadah. Seperti mengadakan tadarus bersama kemudian istighosah bersama,” katanya.
Selain menyarankan agar melakukan kampanye dengan bernuansa agamis, sesuai dengan peraturan bupati tentang pilkades tentang kampanye. Salah satunya adalah seseorang tidak boleh mengancam untuk memilih salah satu pasangan calon. Kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah.
“Tidak boleh membawa atau menggunakan atribut calon kades lain kemudian dilarang menjanjikan menggratiskan PBB dan pajak daerah saat kampanye. Maka dari itu yang paling pas adalah kegiatan yang bersifat keagamaan,” tukasnya. (maz/drs)
Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan kampanye pilkades akan berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli mendatang. Selama tiga hari seluruh calon kepala desa yang berada di 252 desa di 24 kecamatan akan mengampanyekan diri pada pendukungnya di masing-masing desa. Setelah tahapan tersebut, dilanjutkan pada masa tenang selama tiga hari dari 3 Juli hingga 7 Juli mendatang.
Ada banyak cara yang dilakukan oleh sejumlah calon kepala desa yang akan maju pada pemilihan nanti. Diantaranya mereka banyak yang menggunakan media banner untuk memperkenalkan diri pada kontituenya.
Sejumlah Alat Peraga Kempanye (APK) dari sejumlah calon kepala desa (cakades) di beberapa daerah mulai marak. Seperti di sepanjang jalur pantura di Kabupaten Probolinggo.
Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menghimbau agar saat pelaksanaan kampanye pilkades lebih pada kegiatan yang bersifat agamis. “Kami harapkan mereka melakukan kampanye yang bersifat agamis dan bernuansa ibadah. Seperti mengadakan tadarus bersama kemudian istighosah bersama,” katanya.
Selain menyarankan agar melakukan kampanye dengan bernuansa agamis, sesuai dengan peraturan bupati tentang pilkades tentang kampanye. Salah satunya adalah seseorang tidak boleh mengancam untuk memilih salah satu pasangan calon. Kampanye dengan menggunakan fasilitas pemerintah.
“Tidak boleh membawa atau menggunakan atribut calon kades lain kemudian dilarang menjanjikan menggratiskan PBB dan pajak daerah saat kampanye. Maka dari itu yang paling pas adalah kegiatan yang bersifat keagamaan,” tukasnya. (maz/drs)



COMMENTS