Penulis Wawan Bromo FM Selasa 02/06/2015 BANTARAN - Dalam rangka haflah akhiruddirosah dan wisuda santri ke-21, Pondok Pesantren Nahd...
Penulis Wawan Bromo FM
Selasa 02/06/2015
BANTARAN - Dalam rangka haflah akhiruddirosah dan wisuda santri ke-21, Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimien di Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo menggelar lomba menggambar, Selasa (2/6).
Lomba menggambar dengan mengambil tema lingkungan Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimien ini diikuti oleh 21 orang santriwan dan santriwati. Kriteria penilaian lomba meliputi kerapian gambar, komposisi warna dalam gambar dan gambar sesuai dengan tema.
Koordinator lomba Indra Subiantoro mengungkapkan selain untuk memeriahkan haflah akhiruddirosah dan wisuda santri ke-21, lomba menggambar ini digelar dengan tujuan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh para santriwan dan santriwati.
“Lomba menggambar ini merupakan salah satu upaya yang kami berikan agar para santriwan dan santriwati bisa mengembangkan bakat dan kreatifitasnya dengan goresan pensil. Sebab jika tidak diberi sebuah media, maka bakat dan kreatifitas mereka tidak akan tersalurkan,” ungkapnya.
Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa dari 21 peserta, hanya 5 (lima) peserta saja yang tidak sesuai dengan tema. “Tetapi secara keseluruhan, gambar yang mereka buat sudah sangat bagus,” jelasnya.
Menurut Indra, menggambar adalah bakat dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir. Bakat tersebut harus diberikan wadah agar bisa berkembang. Sebab jika tidak, maka ketrampilan tersebut tidak akan pernah bisa muncul ke permukaan.
“Dengan kegiatan ini kami sangat mengharapkan bisa menggali potensi tersembunyi yang dimiliki oleh santriwan dan santriwati. Sebab menggambar itu bisa meluangkan idenya walaupun hanya melalui goresan pensil saja,” harapnya. (wan/drs)
Lomba menggambar dengan mengambil tema lingkungan Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimien ini diikuti oleh 21 orang santriwan dan santriwati. Kriteria penilaian lomba meliputi kerapian gambar, komposisi warna dalam gambar dan gambar sesuai dengan tema.
Koordinator lomba Indra Subiantoro mengungkapkan selain untuk memeriahkan haflah akhiruddirosah dan wisuda santri ke-21, lomba menggambar ini digelar dengan tujuan untuk menggali potensi yang dimiliki oleh para santriwan dan santriwati.
“Lomba menggambar ini merupakan salah satu upaya yang kami berikan agar para santriwan dan santriwati bisa mengembangkan bakat dan kreatifitasnya dengan goresan pensil. Sebab jika tidak diberi sebuah media, maka bakat dan kreatifitas mereka tidak akan tersalurkan,” ungkapnya.
Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo ini menegaskan bahwa dari 21 peserta, hanya 5 (lima) peserta saja yang tidak sesuai dengan tema. “Tetapi secara keseluruhan, gambar yang mereka buat sudah sangat bagus,” jelasnya.
Menurut Indra, menggambar adalah bakat dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir. Bakat tersebut harus diberikan wadah agar bisa berkembang. Sebab jika tidak, maka ketrampilan tersebut tidak akan pernah bisa muncul ke permukaan.
“Dengan kegiatan ini kami sangat mengharapkan bisa menggali potensi tersembunyi yang dimiliki oleh santriwan dan santriwati. Sebab menggambar itu bisa meluangkan idenya walaupun hanya melalui goresan pensil saja,” harapnya. (wan/drs)


COMMENTS