Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 12/06/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) m...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 12/06/2015
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan pelatihan Training Of Trainers (TOT) Motivator KP-ASI bagi petugas puskesmas, Senin dan Selasa (8-9/6). Pelatihan ini diikuti 33 orang peserta terdiri dari Pelaksana Gizi Puskesmas, Bidan Puskesmas dan Petugas Promkes.Selama pelatihan mereka mendapatkan materi kebijakan program ASI Eksklusif di Kabupaten Probolinggo, bidan sebagai fasilitator dan pembina KP-ASI, peran promosi dalam meningkatkan capaian ASI Eksklusif dan upaya perbaikan gizi melalui KP-ASI.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono mengungkapkan ASI merupakan hal yang sangat mendasar bagi kesehatan dan perkembangan bayi. Melalui pemberian ASI secara eksklusif akan menghasilkan bayi yang lebih sehat dan cerdas. Selain itu melalui pemberian ASI akan mempersatukan jalinan kasih sayang ibu dan bayi sehingga mencapai perkembangan yang optimal.
“ASI adalah makanan terbaik dan alamiah untuk bayi. Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun kadang para ibu tidak berhasil menyusui lebih dini dari yang semestinya. Sehingga ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui berhasil,” ungkapnya.
Namun menurut mantan Kabag Kominfo ini, banyak alasan yang dikemukakan ibu mulai dari ibu merasa bahwa ASI tidak cukup atau tidak keluar pada hari pertama kelahiran bayinya. Sesungguhnya hal ini tidak disebabkan karena ibu tidak memproduksi ASI yang cukup melainkan karena ibu kurang percaya diri selama proses menyusui.
“Kurangnya pengertian dan ketrampilan petugas kesehatan dalam menyampaikan informasi tentang keunggulan ASI dan manfaat menyusui dapat menyebabkan mereka terpengaruh oleh promosi susu formula yang sering dinyatakan sebagai Pengganti Air Susu Ibu (PASI), sehingga banyak ibu yang memberikan susu botol yang sebenarnya merugikan karena bayi beresiko mengalami diare dan terkena ISPA dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan ASI,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS