Penulis Wawan Bromo FM Kamis 04/06/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perkebunan dan Kehutana...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 04/06/2015
Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko dan perwakilan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo. Hadir pula narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karang Ploso.
Kegiatan tersebut diikuti 650 orang terdiri dari dinas terkait, forkopimka di tujuh kecamatan, Kepala BPP dan PPL, tokoh masyarakat, pimpinan gudang tembakau dan kepala desa. Juga blandang tembakau dan kelompok tani di tujuh kecamatan penghasil tembakau serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo.
Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan agar alokasi areal yang telah disepakati dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat petani. Selain itu agar penanaman hanya dilaksanakan pada areal potensi tembakau yang telah dialokasikan.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah pengendalian luas areal tembakau untuk meminimalisir terjadi kelebihan produksi serta sebagai upaya antisipasi terhadap permasalahan pemasaran tembakau yang terjadi akibat kelebihan produksi,” ungkapnya.
Menurut Raharjo, rencana areal tanam tembakau tahun 2015 sama dengan tahun 2014 seluas 10.774 hektar. “Dengan rencana produksi sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton/hektar,” jelasnya.
Sementara Wabup Timbul mengungkapkan bahwa tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan primadona di Kabupaten Probolinggo. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan komoditas tembakau saat ini telah menjadi sandaran hajat hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo baik petani, pengrajang, pengusaha rokok, pedagang perantara/blandang maupun pekerja gudang.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Oleh karena itu, petani sudah harus mulai berfikir dan berinovasi untuk mencari tanaman alternatif selain tembakau,” ungkapnya.
Menurut Wabup Timbul, setiap tahun area pertanian akan semakin berkurang. Petani harus berupaya bagaimana dengan area yang sedikit, intensitas produksinya bisa meningkat. “Karena hal itu berkaitan dengan kebutuhan yang diinginkan gudang. Petani harus kreatif, meskipun jumlah areanya berkurang tetapi intensitas produksinya bisa bertambah,” jelasnya.
Wabup Timbul menegaskan bahwa petani harus bisa berpolitik dan mengerti potensi tembakau yang dibutuhkan oleh gudang/pabrikan. Sehingga gudang/pabrikan bisa realistis tentang kondisi kebutuhan tembakau dan keadaan petani.
“Petani harus berfikir tanaman lain sebagai alternatif sehingga nantinya mempunyai pilihan. Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan sesi tanya-jawab dan dialog yang dipimpin oleh Wabup Timbul. Berbagai pertanyaan dilontarkan baik terkait masalah pupuk, harga tembakau hingga kemitraan antara pabrikan dengan petani tembakau. (wan/drs)


COMMENTS