Penulis Wawan Bromo FM Rabu 17/06/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kominfo (Komunikasi d...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 17/06/2015
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kominfo (Komunikasi dan Informasi), Selasa (16/6) merilis (melaunching) program Citizen Engagement Mechanism (CEM) atau mekanisme perlibatan masyarakat pembangunan.
Program CEM tersebut bertujuan untuk memberikan informasi terkait air minum dan sanitasi kepada masyarakat. Dimana program tersebut akan disiarkan secara rutin setiap Selasa di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM.
Kegiatan yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan tersebut dihadiri oleh Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi, Kepala Bappeda Dewi Korina, Kabag Kominfo Yulius Christian, Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum) Cipta Karya Prijono serta jajaran Camat. Tidak ketinggalan pula perwakilan USAID-IUWASH (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene), lembaga yang bergerak di bidang air minum dan sanitasi.
Kabag Kominfo Setda Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, setelah dilaunching, program talk show bertajuk Program Sanitasi dan Air Bersih akan dilaksanakan setiap Selasa pada pukul 13.00-14.00 dengan narasumber dari Perangkat Daerah terkait.
“Diharapkan program ini bisa mendorong pemerintah mencapai target MDG’s (Millenium Development Goal’s). Sehingga program air minum dan sanitasi kepada masyarakat dapat mendorong munculnya tanggapan dan masukan dari warga masyarakat terkait air bersih dan sanitasi,” ujarnya.
Sementara Regional Coordinator IUWASH Jatim Laksmi Cahyaniwati mengatakan, kerja sama antara kedua belah pihak dilakukan untuk mendorong dan memfasilitasi kebijakan pemerintah. Pasalnya selama ini tidak sedikit infrastruktur yang dibangun pemerintah ternyata tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. “Makanya kami memfasilitasi banyak prasarana yang terbengkalai,” katanya.
Sedangkan Asisten Tata Praja Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada USAID-IUWASH karena telah banyak membantu untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo.
“Kami menjalin kerja sama sejak tahun 2013 lalu untuk membantu Pemkab Probolinggo mencapai target MDG’s melalui akses perluasan air minum dan sanitasi,” terangya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menegaskan bahwa akses masyarakat terhadap layanan air minum dan sanitasi pemukiman yang meliputi drainase, air limbah domestik, sampah hingga akses air minum masih relatif rendah.
“Kami masih perlu berjuang agar daerah-daerah rawan air tercukupi air bersihnya. Tentu kami berharap launching ini melanjutkan agenda-agenda yang telah disepakati kedua belah pihak dengan sarana sosialisasi di Radio Bromo FM,” pungkasnya. (wan/drs)
Program CEM tersebut bertujuan untuk memberikan informasi terkait air minum dan sanitasi kepada masyarakat. Dimana program tersebut akan disiarkan secara rutin setiap Selasa di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Bromo FM.
Kegiatan yang digelar di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan tersebut dihadiri oleh Asisten Tata Praja Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi, Kepala Bappeda Dewi Korina, Kabag Kominfo Yulius Christian, Kepala Dinas PU (Pekerjaan Umum) Cipta Karya Prijono serta jajaran Camat. Tidak ketinggalan pula perwakilan USAID-IUWASH (Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene), lembaga yang bergerak di bidang air minum dan sanitasi.
Kabag Kominfo Setda Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, setelah dilaunching, program talk show bertajuk Program Sanitasi dan Air Bersih akan dilaksanakan setiap Selasa pada pukul 13.00-14.00 dengan narasumber dari Perangkat Daerah terkait.
“Diharapkan program ini bisa mendorong pemerintah mencapai target MDG’s (Millenium Development Goal’s). Sehingga program air minum dan sanitasi kepada masyarakat dapat mendorong munculnya tanggapan dan masukan dari warga masyarakat terkait air bersih dan sanitasi,” ujarnya.
Sementara Regional Coordinator IUWASH Jatim Laksmi Cahyaniwati mengatakan, kerja sama antara kedua belah pihak dilakukan untuk mendorong dan memfasilitasi kebijakan pemerintah. Pasalnya selama ini tidak sedikit infrastruktur yang dibangun pemerintah ternyata tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. “Makanya kami memfasilitasi banyak prasarana yang terbengkalai,” katanya.
Sedangkan Asisten Tata Praja Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada USAID-IUWASH karena telah banyak membantu untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo.
“Kami menjalin kerja sama sejak tahun 2013 lalu untuk membantu Pemkab Probolinggo mencapai target MDG’s melalui akses perluasan air minum dan sanitasi,” terangya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini menegaskan bahwa akses masyarakat terhadap layanan air minum dan sanitasi pemukiman yang meliputi drainase, air limbah domestik, sampah hingga akses air minum masih relatif rendah.
“Kami masih perlu berjuang agar daerah-daerah rawan air tercukupi air bersihnya. Tentu kami berharap launching ini melanjutkan agenda-agenda yang telah disepakati kedua belah pihak dengan sarana sosialisasi di Radio Bromo FM,” pungkasnya. (wan/drs)



COMMENTS