Penulis Dimaz Bromo FM Kamis 11/06/2015 KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tahun ini mempunyai gawe besar. Yakni m...
Penulis Dimaz Bromo FM
Kamis 11/06/2015
KRAKSAAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tahun ini mempunyai gawe besar. Yakni menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 252 desa, pada 8 Juli mendatang. Untuk menyiapkan gawe besar itu, Bagian Pemerintahan Pemkab Probolinggo menjadi super sibuk. Rabu (10/6), kantor Bagian Pemerintahan terlihat sibuk. Beberapa staf sibuk di depan komputer. Ada juga yang riwa-riwi memindahkan arsip. Sebagian lainnya berada di luar ruangan untuk menghadiri undangan persiapan pilkades serentak.
Kepala Bagian Pemerintahan Edy Suryanto sendiri saat itu berada di ruang kerjanya. Edy juga terlihat kerap riwa-riwi. Dari ruang kerjanya, lalu keluar ruang untuk berkoordinasi dengan stafnya, lalu balik masuk ruang kerja lagi. Beberapa kali itu terulang. Sementara saat itu ada sejumlah tamu menunggunya sejak usai apel.
Suasana kerja yang sibuk itu seperti itu seperti sudah jadi pemandangan sehari-hari. Tapi, belakangan ini memang jadi lebih sibuk, karena Bagian Pemerintahan menjadi ujung tombak penyelenggaraan pilkades serentak.
“Alhamdulillah, sejak pagi ada saja tamu. Tentu agendanya konsultasi dan koordinasi terkait dengan pilkades,” katanya.
Di bagian pemerintahan ini terdapat 22 pegawai, termasuk sang kepala bagian. Jumlah tersebut dirasa tidak sebanding dengan tugas yang diemban, khususnya menghadapi pilkades serentak. Sebab, pilkades serentak 8 Juli mendatang bakal dihelat di 252 desa yang tersebar di 24 kecamatan.
Namun, untuk memudahkan tugas tersebut, Edy Suryanto mengaku mempunyai cara tersendiri. Yaitu, tugas didistribusikan secara merata. Harapannya, semua tugas bisa berjalan dengan baik. “Sudah ada desk-nya. Dengan begitu, semuanya kerja. Dan tugasnya jadi tidak terlalu berat, karena sudah kami bagi satu persatu,” katanya.
Dalam perjalanannya menuju pilkades serentak 8 Juli mendatang, pengalaman terberat yang dirasakan Bagian Pemerintahan adalah saat melakukan sosialisasi peraturan pilkades kepada seluruh elemen masyarakat. Apalagi peraturan yang disosialisakan, berupa perda dan perbup tentang pilkades, terbilang baru. Sehingga kerap kali informasi yang disampaikan dipersepsi berbeda di lapangan.
Selain itu, yang paling tidak terlupakan yakni saat pembentukan panitia pemungutan suara di setiap desa. Karena dalam tahap ini, pemerintah sangat berhati-hati agar panitia benar-benar independen. Tidak mendukung salah satu calon.
Pilkades serentak ini memang memiliki kerawanan. Untuk itu, Edy mengaku sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Berbagai upaya pemetaan dan antisipasi kerawanan sudah dilakukan bersama pihak kepolisian.
Namun, di atas berbagai upaya itu, Edy berharap adanya kedewasaan politik dari semua calon kepala desa. “Harus ada kedewasaan politik. Bagaimanapun, ini adalah demokrasi. Harus sudah siap menang dan siap kalah. Karena dari 873 bakal calon kepala desa, nantinya hanya akan ada 252 orang yang terpilih,” pungkasnya. (maz/drs)


COMMENTS