Penulis Wawan Bromo FM Senin 22/06/2015 PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama DPRD Kabupaten Probolinggo ...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 22/06/2015
Dalam Raperda tersebut disebutkan bahwa pos pendapatan daerah pada APBD Kabupaten Probolinggo tahun anggaran 2015 mengalami perubahan proyeksi yang semula dianggarkan sebesar Rp. 1.766.606.836.721,00 berubah menjadi sebesar Rp. 1.817.123.251.544,45 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 50.516.414.823,45 atau 2,86.
Sementara pos belanja daerah pada APBD tahun anggaran 2015 Rp. 1.912.890.946.633,00 berubah menjadi sebesar Rp. 2.087.453.477.934,91 atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 174.562.531.301,91 atau 9,13%.
Dengan demikian jika dibandingkan antara pos pendapatan daerah setelah perubahan sebesar Rp. 1.817.123.251.544,45 dengan pos belanja daerah sebesar Rp. 2.087.453.477.934,91, maka terdapat defisit sebesar Rp. 270.330.226.390,46 yang akan ditutup dengan selisih antara penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan ditambah sisa lebih anggaran tahun berkenaan.
Sedangkan penerimaan pembiayaan daerah semula dianggarkan sebesar Rp. 150.484.109.912,00 berubah menjadi sebesar Rp. 299.793.350.013,46 mengalami kenaikan sebesar Rp. 149.309.240.101,46 atau 99,22%, pengeluaran pembiayaan daerah juga mengalami perubahan plafon anggaran semula dianggarkan sebesar Rp. 4.200.000.000,00 berubah menjadi sebesar Rp. 14.209.607.550,00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 10.009.607.550,00 atau 238,32% dan sisa lebih pembiayaan tahu berkenaan pada P-APBD tahun 2015 sebesar Rp. 15.253.516.073,00 merupakan silpa RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Sehingga pembiayaan netto yang diperoleh dari penerimaan pembiayaan dikurangi pengeluaran pembiayaan dan ditambah sisa lebih tahun berkenaan diperoleh sebesar Rp. 285.583.742.463,00 digunakan untuk menutup defisit anggaran. (wan/drs)


COMMENTS