Penulis Dimaz Bromo FM Jum'at 26/06/2015 TEGALSIWALAN - Untuk menjaga kestabilan serta meningkatkan hasil pertanian komoditi...
Penulis Dimaz Bromo FM
Jum'at 26/06/2015
Turut serta dalam kesempatan tersebut Panglima Kodam V Brawijaya Mayjend TNI Eko Wiratmoko, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawatimur Wibowo Eko Saputro, jajaran Direksi Perum Bulog Divre Pusat, Komandan Kodim 0820 Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono, Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setiawan dan Kapolresta Probolinggo AKBP Sumaryono.
Kunjungan ini diawali dengan panen bersama di lahan pertanian komoditi bawang merah dilanjutkan dengan interaktif dengan para petani tentang permasalahan pertanian komoditi bawang merah.
Kegiatan menjumpai para pelaku usaha pertanian bawang merah ini dilakukan untuk melihat secara langsung dan melakukan interaktif tentang hasil pertanian dan harga serta permasalahannya. Sebab saat ini pemerintah berkomitmen ingin meningkatkan hasil pertanian komoditi bawang merah dan mensejahteraan masyarakat khususnya petani.
Dari hasil interaktif antara pelaku usaha pertanian komoditi bawang merah, Mentan menyimpulkan bahwa dengan hasil pertanian dan kualitas komoditi bawang merah lebih dari cukup untuk kebutuhan masyarakat se Indonesia tanpa ada barang impor bawang merah yang dapat menguntungkan bagi Negara-negara lain.
“Lahan dan kualitas untuk mengelola pertanian komoditi bawang merah sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Yang perlu kita benahi adalah meningkatkan hasil produk pertanian bawang merah sehingga masyarakat dapat menikmati hasil produk pertanian dalam negeri,” ungkapnya.
Menurut Mentan, program pemerintah terhadap pertanian adalah ingin merubah serta meningkatkan kualitas komoditi bawang merah. Dimana pemerintah akan mensupport dan memberikan semangat bagi para petani.
“Tahun ini Kabupaten Probolinggo akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 30 milyar, bibit bawang merah gratis untuk 50 Ha dan 1.400 unit pompa. Oleh karena itu masyarakat harus dapat meningkatkan hasil produksi pertaniannya. Jangan impor, karena saya yakin petani masih siap berproduksi,” jelasnya.
Sementara Bupati Tantri mengungkapkan bahwa kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk mensejahterakan kebutuhan ekonomi masyarakat dan ingin mengetahui permasalahan petani dalam hasil pertanian komoditi bawang merah.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan mensejahterakan kebutuhan ekonomi para petani. Bahkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian terutama komoditi bawang merah yang berkualitas,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan terkait dengan prasi yang dilakukan oleh para tengkulak, pemerintah daerah tidak bisa melarang dengan tegas. Sebab hal itu terjadi karena kesepakatan kedua belah pihak. “Tetapi akan kami carikan solusinya supaya tidak terlalu besar,” katanya. (maz/drs)


COMMENTS