Penulis Wawan Bromo FM Senin 29/06/2015 KRAKSAAN – Koleksi yang ada di Kantor Arsip Daerah (Kanarda) Kabupaten Probolinggo kembali...
Penulis Wawan Bromo FM
Senin 29/06/2015
KRAKSAAN – Koleksi yang ada di Kantor Arsip Daerah (Kanarda) Kabupaten Probolinggo kembali bertambah. Hal ini menyusul dengan adanya koleksi baru berupa film dokumenter yang berisi tentang sejarah terjadinya Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo.“Film dokumenter tentang Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo ini menjadi cita-cita saya sejak tahun 2013 dan baru terwujud tahun ini bekerja sama dengan stasiun Pro TV. Sekarang sudah selesai tinggal menentukan rapat-rapat final saja,” ungkap Kepala Kanarda Kabupaten Probolinggo Dwi Hartono.
Mantan Kabag Organisasi ini menjelaskan bahwa dalam rapat nanti pihaknya akan mengundang sejumlah pihak terkait meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bagian Kominfo, Kantor Perpustakaan Umum Daerah, Bagian Pemerintahan dan Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah).
“Dalam rapat itu kita akan menilai apakah film dokumenter tersebut sudah memenuhi syarat atau tidak. Karena nantinya akan dijadikan dokumen yang sangat bersejarah di Kantor Arsip Daerah. Dengan demikian koleksi kami akan bertambah satu,” jelasnya.
Menurut Dwi Hartono, pembuatan film dokumenter ini bertujuan untuk mendokumentasikan sejarah mumpung pelaku-pelakunya masih ada dan memang harus segera didokumentasikan. Sehingga suatu saat ketika pelakunya sudah tidak ada, film tersebut akan berbicara lagi. Film itulah yang akan mewakili para pelaku sejarah. Sekarang arsip memang seperti tidak dibutuhkan, tetapi setelah pelakunya hilang semua, film inilah yang akan mewakilinya.
“Harapannya melalui film dokumenter ini, semua bisa mengetahui dokumen Kraksaan Kota baru. Karena dengan cara mengetahui semuanya bisa tahu sejarah Kota Kraksaan. Kalau perlu, film ini bisa diputar pada sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui lebih awal sejarah Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (wan/drs)


COMMENTS