Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 05/06/2015 KRAKSAAN - Harga sejumlah komoditi pertanian berdasarkan hasil survey yang dilakukan...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 05/06/2015
KRAKSAAN - Harga sejumlah komoditi pertanian berdasarkan hasil survey yang dilakukan Dinas Pertanian (Dispertan) di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo fluktuatif. Meskipun terjadi kenaikan dan penurunan harga, tetapi kisarannya tidak terlalu tinggi dan itupun hanya terjadi kepada segelintir komoditi saja.Komoditi pertanian yang naik signifikan adalah lombok merah besar sebesar 8,7% (Rp. 23.000/kg-Rp. 25.000/kg), kacang hijau 7,7% (Rp. 19.500/kg-Rp. 21.000/kg) dan wortel 40,0% (Rp. 5.000/kg-Rp. 7.000/kg).
Selain mengalami kenaikan harga, sejumlah komoditi pertanian juga mengalami penurunan harga. Seperti beras IR 64 Super sebesar 5,3% (Rp. 9.500/kg-Rp. 9.000/kg), beras IR 64 Premium 5,9% (Rp. 8.500/kg-Rp. 8.000/kg), beras IR 64 Medium 6,3% (Rp. 8.000/kg-Rp. 7.500/kg), jagung pipilan 10,0% (Rp 5.000/kg-Rp. 4.500/kg), bawang merah 1,8% (Rp. 28.000/kg-Rp. 27.500/kg), lombok kecil 6,3% (Rp. 16.000/kg-Rp. 15.000/kg), kentang 28,6% (Rp. 7.000/kg-Rp. 5.000/kg) dan tomat 11,1% (Rp. 4.500/kg-Rp. 4.000/kg).
Kepala Dispertan Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan perkembangan harga komoditi pertanian ini didapat dari kegiatan penyusunan informasi harga pasar. Dari hasil survey, harga sejumlah komoditi pertanian harganya fluktuatif.
“Kenaikan harga disebabkan oleh menurunnya produksi di tingkat petani. Sementara penurunan harga disebabkan oleh ketersediaan barang atau produk yang mencukupi permintaan pasar,” ungkapnya. (wan/drs)


COMMENTS