Penulis Wawan Bromo FM Minggu 14/06/2015 SUKAPURA - Jazz Gunung kembali menggoyang Bromo dan sekitarnya. Selama dua hari, Jum’at d...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 14/06/2015
SUKAPURA - Jazz Gunung kembali menggoyang Bromo dan sekitarnya. Selama dua hari, Jum’at dan Sabtu (12-13/6) penggemar musik jazz kembali dimanjakan dengan pagelaran Jazz Gunung 2015 yang tahun ini kembali digelar di Hotel Java Banana Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura.Jazz Gunung “Sing Kaping Pitu” atau edisi ketujuh ini melibatkan banyak musisi jazz terbaik Indonesia. Pagelaran ini terbilang unik sebab diselenggarakan di alam terbuka dengan ketinggian sekitar 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu pada siang hari bisa mencapai 14-18° C pada siang hari dan 6-10° C pada malam hari. Selain cuaca yang cukup ekstrim, pagelaran ini pun unik sebab menampilkan musik jazz yang dipadu dengan musik etnik.
Sabtu (13/6) merupakan hari kedua penyelenggaraan event jazz gunung. Pengunjung sudah memadati Hotel Java Banana sejak pukul 18.00. Kursi VIP dan non VIP terisi penuh. Padahal, di luar masih ada banyak pengunjung dari luar daerah yang belum masuk. Mereka tidak kebagian tiket.
Salah satunya adalah Idzar, asal Jogjakarta. Menurutnya, musik jazz di Gunung Bromo mempunyai sensasi sendiri. Tapi sayang, Idzar menjadi salah satu yang tidak kebagian tiket Sabtu lalu. "Saya jauh-jauh dari Jogjakarta datang ke Probolinggo, untuk menyaksikan jazz gunung. Tapi tidak kebagian tiket. Terpaksa nggak masuk," ujar mahasiswa semester IV itu.
Sementara, humas penyelenggara Jazz Gunung Yogi Satrio mengatakan, tiket yang terjual selama dua hari sekitar 3 ribu lembar. “Pengunjung membludak di hari kedua. Kami kehabisan tiket. Tempat yang disediakan didalam juga sudah penuh. Pengunjung banyak yang berdiri,” katanya.
Pada pagelaran hari pertama, tiket terjual sebanyak 1.200 lembar. Sedangkan pada hari kedua, sampai pukul 19.00, terjual 1.800 lembar tiket. Jadi total 3 ribu tiket terjual dalam dua hari itu. Padahal, setiap lembar tiket dijual dengan harga terendah Rp 400 ribu dan tertinggi Rp 750 ribu.
Yogi mengatakan, pengunjung jazz gunung 2015 ini meningkat tajam. “Kali ini pengunjung jazz gunung didominasi dari luar daerah mulai dari Surabaya, Banyuwangi, Bali, Jogjakarta dan Malang. Dari Jakarta pun juga banyak,” sebutnya.
Untuk edisi ketujuh ini, jazz gunung menampilkan sejumlah musisi. Yaitu Swing Boss Jazz, Jay and Gatra Wardaya dan Yuri Jo Collective. Sedangkan bintang tamu jazz gunung kali ini adalah Andien dan Tulus.
Gelaran jazz gunung di Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura ini juga membawa berkah tersendiri bagi warga sekitar. Rata-rata hotel dan homestay di sekitar lokasi full booked oleh penikmat jazz gunung. Bahkan tidak sedikit rumah yang mendadak jadi penginapan, demi memenuhi kebutuhan para penonton jazz gunung.
“Paket yang kami tawarin sudah ludes. Kami pun menyarankan pengunjung untuk menggunakan rumah warga. Jazz gunung ini sudah 7 tahun. Jadi, secara tidak langsung warga sudah mengetahui dan pasti mempersiapkan ini semua,” tegasnya. (wan/drs)


COMMENTS