Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 12/06/2015 SUKAPURA – Sarana wahana wisata di Kabupaten Probolinggo akan semakin lengkap. Hal ini ...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 12/06/2015
SUKAPURA – Sarana wahana wisata di Kabupaten Probolinggo akan semakin lengkap. Hal ini menyusul dengan rencana dari salah satu investor asal Kota Batu yang akan segera membangun waterboom di Desa Ngepung Kecamatan Sukapura.
Pembangunan waterboom sendiri dilakukan sebagai penyanggah Wisata Gunung Bromo yang selama ini menjadi ikon Indonesia. Selain itu, dibangunnya waterboom tersebut untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo dari sektor wisata.
Letak waterboom yang akan dibangun tersebut berada di bawah salah satu wisma dan pemandian di Desa Ngepung Kecamattan Sukapura. Luas lahan yang akan dibangun kurang lebih dua hektar.
Nur Hasan, salah satu warga mengatakan bahwa lahan kosong di sebelah perumahan desa itu sudah servei lapangan oleh pihak terkait. Termasuk investor yang berada di Jakarta. “Warga disini sudah tahu, karena sekitar dua bulan lalu sudah datang investor. Termasuk yang mendampingi Pak Camat,” katanya.
Menurut Nur Hasan, dirinya bersama warga lain mengaku tidak keberatan dengan adanya pembangunan waterboom tersebut. Pasalnya, selain meramaikan wisata yang ada di Kecamatan Sukapura, warga Desa Ngepung akan mendapatkan penghasilan tambahan. “Manfaatnya banyak, jadi kami tidak keberatan. Justru kami berharap secepatnya agar dibangun,” jelasnya.
Sementara Camat Sukapura Bambang Yulius Wijanarko membenarkan dengan adanya pembangunan waterboom oleh investor setempat. “Ia benar, bahkan sudah ada pembahasan untuk pembangunan waterboom tersebut,” ucapnya.
Menurut Bambang, pembangunan waterboom tersebut akan melengkapi destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Sukapura. Sehingga tidak hanya gunung Bromo, Bukit Seruni, tapi waterboom juga akan menjadi salah satu wisata tambahan setelah berkunjung dari Gunung Bromo.
“Setelah lihat matahari terbit, pemandangan gunung Bromo, sebelum pulang mereka bisa mampir di waterboom untuk sekedar bermain air, pulang sudah seger,” katanya.
Dipilihnya Desa Ngepung itu salah satu alasannya karena daerah terakhir dari Kecamatan Sukapura. Sehingga tidak hanya warga Ngadisari yang menikmati manfaat wisata, melainkan warga Ngepung juga merasakan yang sama. “Jadi tidak hanya warga atas saja yang menikmati, desa perbatasan juga bisa menikmati. Istilahnya itu bareng-bareng mendapatkan rejeki dari sini,” ungkapnya.
Kemudian alasan lainnya karena desa tersebut bisa mendapatkan air secara mudah. “Kalau terlalu keatas tidak enak karena sulit air,” tandasnya. (maz/drs)
Pembangunan waterboom sendiri dilakukan sebagai penyanggah Wisata Gunung Bromo yang selama ini menjadi ikon Indonesia. Selain itu, dibangunnya waterboom tersebut untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo dari sektor wisata.
Letak waterboom yang akan dibangun tersebut berada di bawah salah satu wisma dan pemandian di Desa Ngepung Kecamattan Sukapura. Luas lahan yang akan dibangun kurang lebih dua hektar.
Nur Hasan, salah satu warga mengatakan bahwa lahan kosong di sebelah perumahan desa itu sudah servei lapangan oleh pihak terkait. Termasuk investor yang berada di Jakarta. “Warga disini sudah tahu, karena sekitar dua bulan lalu sudah datang investor. Termasuk yang mendampingi Pak Camat,” katanya.
Menurut Nur Hasan, dirinya bersama warga lain mengaku tidak keberatan dengan adanya pembangunan waterboom tersebut. Pasalnya, selain meramaikan wisata yang ada di Kecamatan Sukapura, warga Desa Ngepung akan mendapatkan penghasilan tambahan. “Manfaatnya banyak, jadi kami tidak keberatan. Justru kami berharap secepatnya agar dibangun,” jelasnya.
Sementara Camat Sukapura Bambang Yulius Wijanarko membenarkan dengan adanya pembangunan waterboom oleh investor setempat. “Ia benar, bahkan sudah ada pembahasan untuk pembangunan waterboom tersebut,” ucapnya.
Menurut Bambang, pembangunan waterboom tersebut akan melengkapi destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kecamatan Sukapura. Sehingga tidak hanya gunung Bromo, Bukit Seruni, tapi waterboom juga akan menjadi salah satu wisata tambahan setelah berkunjung dari Gunung Bromo.
“Setelah lihat matahari terbit, pemandangan gunung Bromo, sebelum pulang mereka bisa mampir di waterboom untuk sekedar bermain air, pulang sudah seger,” katanya.
Dipilihnya Desa Ngepung itu salah satu alasannya karena daerah terakhir dari Kecamatan Sukapura. Sehingga tidak hanya warga Ngadisari yang menikmati manfaat wisata, melainkan warga Ngepung juga merasakan yang sama. “Jadi tidak hanya warga atas saja yang menikmati, desa perbatasan juga bisa menikmati. Istilahnya itu bareng-bareng mendapatkan rejeki dari sini,” ungkapnya.
Kemudian alasan lainnya karena desa tersebut bisa mendapatkan air secara mudah. “Kalau terlalu keatas tidak enak karena sulit air,” tandasnya. (maz/drs)


COMMENTS