Penulis Wawan Bromo FM Rabu 03/06/2015 MALANG¬ - Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sido M...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 03/06/2015
Dalam sarasehan tersebut, 4 (empat) tim juri memberikan penilaian berdasarkan 4 (empat) aspek. Yakni, aspek kelembagaan, aspek irigasi, aspek pertanian dan aspek keuangan/pendanaan.
“Kita hanya kalah dari Kabupaten Banyuwangi dari aspek keuangan. Sebab disana keuangannya mencapai Rp. 57 juta. Sementara HIPPA Sido Mulyo keuangannya hanya sekitar Rp. 27 juta,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.
Mantan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) ini mengaku bahwa penilaian untuk kunjungan lapang tidak hanya kepada aspek keuangan saja, tetapi juga aspek irigasi. Terlebih luas area yang dilayani oleh HIPPA/GHIPPA.
“Tentunya tim penilai akan melihat pengembangan yang ada di HIPPA Sido Mulyo. Apalagi disana sudah ada KUD sebagai embrio pengurus yang bisa mengangkat nilai. Kami berharap supaya penilaian di lapangan lebih bagus. Sebab ada dan tidaknya lomba, Kabupaten Probolinggo sudah siap,” jelasnya.
Menurut Mahbub, lomba HIPPA/GHIPPA dilaksanakan melalui 2 (dua) tahap. Yakni sarasehan/diskusi profil HIPPA/GHIPPA dan kunjungan lapang oleh tim penilai dari Bakorwil Malang. Penilaian antara profil dan kunjungan lapang tidak diakumulasikan. Jadi hasil penilaian di Bakorwil Malang tidak akan dihitung.
“Semoga apa yang tersaji di lapangan nanti sama bahkan jauh lebih baik dari apa yang dipaparkan pada saat sarasehan sehingga HIPPA Sido Mulyo dapat memperoleh peringkat terbaik,” harapnya.
Sementara Ketua HIPPA Sido Mulyo Sukarsono mengungkapkan wilayah kerja HIPPA Sido Mulyo dilayani oleh 3 (tiga) daerah irigasi Kahuripan, Paras dan Wangkal terdiri dari 4 (empat) blok dengan luas layanan 403 hektar.
“HIPPA Sido Mulyo dibentuk tahun 1992 dengan tujuan untuk mendayagunakan potensi pengelolaan jaringan irigasi untuk melayani seluruh anggota secara tepat dan berhasil guna,” ungkapnya. (wan/drs)


COMMENTS