Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 27/06/2015 KOTAANYAR – Secara garis besar, tugas utama seorang bidan adalah menurunkan Angka Kemati...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 27/06/2015
Hal tersebut diungkapkan oleh Tasiyem, bidan Desa Sidorejo Kecamatan Kotaanyar. “Waktu pertama kali saya datang tahun 1996 silam, masyarakat terkesan sangat takut jika bertemu bidan. Terlebih saat itu akses penerangan dan transportasi sulit. Tetapi saat ini semuanya sangat mudah dan cepat. Sehingga masyarakat bisa lebih gampang datang ke pusat pelayanan kesehatan,” ungkap istri Ahmad Kholiq ini.
Perempuan kelahiran Banyuwangi, 22 Juni 1972 ini mengaku profesi bidannya dia awali memang di Desa Sidorejo Kecamatan Kotaanyar pada tahun 1996 sebagai bidan PTT. Tetapi tahun 2003 dia lulus tes CPNS Kota Probolinggo dan ditempatkan di RSUD dr. Moch. Saleh. Namun tahun 2006, dia dipindahkan ke tempat semula di Desa Sidorejo Kecamatan Kotaanyar.
“Saya berpesan kepada masyarakat agar senantiasa mengikuti segala yang disarankan dan dianjurkan oleh petugas kesehatan. Soalnya di desa bukan hanya fokus kepada kebidanan saja, tetapi bagaimana bisa mengubah perilaku hidup bersih masyarakat. Sebab masih ada sebagian masyarakat yang buang air besar di sembarang tempat,” jelas alumni D IV Kebidahan Hafshawaty Zainul Hasan Genggong ini.
Anak pertama dari empat bersaudara pasangan Paeno dan Sutarmi ini menjelaskan selama menjadi bidan ada suka dan suka yang dialaminya. Dia mengaku merasa sangat senang setelah berhasil menolong persalinan. Tetapi dukanya manakala tidak bisa menolong persalinan dan masyarakat sangat sulit diajak dirujuk ke puskesmas.
“Selama ini kesehatan ibu dan anak sudah bagus, ibu hamil sudah mau periksa, bayi sudah sering dibawa ke posyandu. Sehingga yang saya harapkan saat ini adalah keterlibatan masyarakat agar bisa meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Terutama untuk akses air bersih dan jamban keluarga,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS