Penulis Wawan Bromo FM Minggu 07/06/2015 KRAKSAAN - Sejumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat tah...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 07/06/2015
KRAKSAAN - Sejumlah Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat tahun ini mulai melunasi BPIH (Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji) tahun 2015. Pemandangan itu terlihat di pelataran Bank Jatim Cabang Kraksaan, Sabtu (6/6) siang. Mereka berburu waktu karena masa pelunasan hanya berlaku sepanjang bulan ini saja. Jika tak lunas, CJH bersangkutan sangat mungkin akan diberangkatkan tahun depan. Sebagai gantinya, yang berangkat adalah CJH lain sesuai waiting list tahun 2016.
BPIH tahun ini turun cukup drastis, dari 3.219 US Dolar pada tahun lalu menjadi 2.717 US Dolar. Berdasarkan selisih tersebut maka ada penurunan ongkos haji tahun ini senilai 502 US Dolar atau sekitar Rp 6,5 juta. Hal itu diputuskan melalui Perpres (Peraturan Presiden) RI nomor 64/2015 tentang Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji tahun 2015.
Selisih BPIH yang cukup besar itu menguntungkan sejumlah CJH. Juheiri, CJH asal Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, mengungkapkan, biaya haji ini ia tabung sejak tahun 2009 lalu ternyata lebih banyak dari BPIH tahun ini. Sehingga ia malah mendapatkan sisa dari tabungan.
"Saya ke sini bukan untuk membayar, tapi mengambil kelebihan uang yang saya tabung untuk ongkos haji. Bisa buat tambahan sangu dan acara selamatan di rumah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo H Muhlason mengatakan, pelunasan ongkos naik haji ini berlangsung selama bulan Juni saja. Jika BPIH tidak segera dilunasi, dipastikan CJH yang akan berangkat tahun ini, bisa mundur masa keberangkatannya pada tahun 2016. “Kalau tidak dilunasi, maka akan digantikan dengan CJH lain sesuai waiting list,” terangnya.
Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat tahun ini dipastikan sebanyak 750 orang berdasarkan Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) 2015. Siskohat merupakan sistem perencanaan yang dikembangkan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI. Biasanya kuota yang sudah tertera di Siskohat, tidak akan jauh beda dari kuota akhir. Bahkan bisa sama persis.
Dengan kuota sebanyak itu, Muhlason memastikan para CJH akan dibagi dalam 2 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, satu kloter berjumlah sebanyak 450 orang. Sementara sisanya sejumlah 300 orang, akan bergabung dengan kloter gabungan dari daerah lain.
Soal jadwal pemberangkatan, Muhlason belum bisa memastikan. Berdasarkan jadwal nasional, embarkasi Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda akan memulai pemberangkatan pada 20 Agustus mendatang. Biasanya, Kanwil Kemenag Jatim menerbitkan jadwal berdasarkan undian melibatkan 38 daerah se-Jatim. (wan/drs)


COMMENTS