Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 13/06/2015 SUKAPURA – Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Probolinggo tangguh bencana, Badan Penanggula...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 13/06/2015
SUKAPURA – Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Probolinggo tangguh bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mengadakan gelar relawan Penanggulangan Bencana (PB) dan gladi posko erupsi gunung api Bromo serta penandatanganan Lembar Komitmen Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) Erupsi Gunung Bromo di Lapangan Sukapura Kecamatan Sukapura, Kamis hingga Jum’at (11-12/6).Untuk gelar relawan PB diikuti oleh 200 orang relawan dari 4 (empat) kecamatan yang berasal dari Kecamatan Kuripan, Sumber, Lumbang dan Sukapura. Sementara untuk gladi posko relawan diikuti oleh 100 orang.
Tidak hanya menggelar apel, para relawan juga mendapatkan pelatihan dasar untuk penanggulangan bencana. Mereka mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo dan Universitas Brawijaya Malang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Heru Agung Aryandhono, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi, tokoh adat Sukapura Supoyo dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Kabupaten Probolinggo.
Dalam laporannya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengungkapkan kegiatan gelar relawan ini dilakukan dalam rangka memberikan materi dan pelatihan dasar penanggulangan bencana khususnya bencana erupsi gunung api Bromo kepada para relawan di empat kecamatan yang terdampak langsung bencana erupsi.
“Gladi posko ini merupakan tindak lanjut renkon erupsi gunung api Bromo untuk memberikan gambaran bagi petugas yang terlibat dalam komitmen bersama,” ungkapnya.
Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE berharap dan terus berdoa agar alam bersahabat pada masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Terdekat di lokasi ini adalah Gunung Bromo. Pada 28 Desember 2010 lalu, telah ditetapkan menjadi bencana nasional. Kami mulai sadar Kabupaten Probolinggo mulai terdampak bencana alam nasional,” ungkapnya.
Untuk itu sebagai persiapan atas erupsi tersebut, Pemkab Probolinggo melakukan penandatanganan komitmen bersama seperti tertuang dalam Lembar Komitmen Dokumen Renkon Erupsi Gunung Bromo. “Komitmen bersama itu berisi didalamnya siapa berbuat apa apabila bencana erupsi benar-benar terjadi kembali yang diprediksikan dengan kala ulang lima tahun sejak letusan terakhir 2010 lalu,” jelasnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri berpesan pada relawan penangguangan bencana agar nantinya dapat memahami dan mengerti tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satunya dengan memegang selalu prinsip kerja relawan, diantaranya cepat, tanggap, prioritas, berdaya guna dan berhasil guna.
“Jadikan pedoman panca dharma relawan dalam setiap menjalankan tugas, selalu profesional, mandiri dan solid dalam menanggulangi bencana. Menjadi relawan adalah wujud dari ikut sertanya masyarakat secara aktif atas kepedulian terhadap bencana yang pada akhirnya dapat mewujudkan Kabupaten Probolinggo tangguh bencana,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS