Penulis Wawan Bromo FM Rabu 17/06/2015 SUMBERASIH – Sebagai bentuk kesiapan menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi A...
Penulis Wawan Bromo FM
Rabu 17/06/2015
SUMBERASIH – Sebagai bentuk kesiapan menghadapi perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo menggelar bimbingan teknis (bimtek) peningkatan inovasi dan produktivitas hasil usaha koperasi di Rumah Makan Panorama Desa Lemahkembar Kecamatan Sumberasih, Senin hingga Rabu (15-17/6).
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono ini diikuti oleh 75 peserta gerakan koperasi Kabupaten Probolinggo. Selama bimtek, mereka mendapatkan materi dari Lembaga Pengkajian Pengembangan Potensi (LP3) Jatim.
Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Eduard Nahumury mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang peningkatan inovasi dan produktivitas hasil usaha koperasi. “Selain itu, meningkatkan pengetahuan SDM pengelola koperasi di bidang industri dan perdagangan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan gerakan koperasi ke depan memang dituntut untuk lebih banyak melakukan inovasi dan meningkatkan produktivitas hasil usaha koperasinya. Tetapi hal itu tidak boleh menyimpang dari prinsip-prinsip koperasi. Yakni, dari, oleh dan untuk anggota koperasi.
“Inovasi itu sangat dibutuhkan demi kemajuan koperasi dan peningkatan produktivitas hasil usaha koperasi. Namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip koperasi agar pengurus dan anggota diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendapatan ini menegaskan kelembagaan koperasi harus diperkuat ditunjang dengan SDM maupun anggotanya. Namun yang tidak kalah penting lagi adalah usahanya. “Target kami adalah merevitalisasi koperasi, termasuk membangkitkan kembali KUD. Oleh karena itu, semua gerakan koperasi harus saling sharing untuk menciptakan jaringan usaha kemitraan,” jelasnya.
Lelaki kelahiran Situbondo, 1 Agustus 1964 ini menghimbau kepada semua koperasi agar menyelesaikan kewajiban kepada anggotanya pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, baik Sisa Hasil Usaha (SHU), tabungan dan lain sebagainya.
“Kegiatan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi, menambah dan memperluas wawasan tentang bagaimana mengembangkan inovasi dan produktivitas hasil usaha koperasi serta mampu melayani anggota secara optimal,” pungkasnya. (wan/drs)
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono ini diikuti oleh 75 peserta gerakan koperasi Kabupaten Probolinggo. Selama bimtek, mereka mendapatkan materi dari Lembaga Pengkajian Pengembangan Potensi (LP3) Jatim.
Kepala Bidang Bina Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Eduard Nahumury mengungkapkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang peningkatan inovasi dan produktivitas hasil usaha koperasi. “Selain itu, meningkatkan pengetahuan SDM pengelola koperasi di bidang industri dan perdagangan,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono mengatakan gerakan koperasi ke depan memang dituntut untuk lebih banyak melakukan inovasi dan meningkatkan produktivitas hasil usaha koperasinya. Tetapi hal itu tidak boleh menyimpang dari prinsip-prinsip koperasi. Yakni, dari, oleh dan untuk anggota koperasi.
“Inovasi itu sangat dibutuhkan demi kemajuan koperasi dan peningkatan produktivitas hasil usaha koperasi. Namun tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip koperasi agar pengurus dan anggota diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pendapatan ini menegaskan kelembagaan koperasi harus diperkuat ditunjang dengan SDM maupun anggotanya. Namun yang tidak kalah penting lagi adalah usahanya. “Target kami adalah merevitalisasi koperasi, termasuk membangkitkan kembali KUD. Oleh karena itu, semua gerakan koperasi harus saling sharing untuk menciptakan jaringan usaha kemitraan,” jelasnya.
Lelaki kelahiran Situbondo, 1 Agustus 1964 ini menghimbau kepada semua koperasi agar menyelesaikan kewajiban kepada anggotanya pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri, baik Sisa Hasil Usaha (SHU), tabungan dan lain sebagainya.
“Kegiatan ini dilakukan untuk menyamakan persepsi, menambah dan memperluas wawasan tentang bagaimana mengembangkan inovasi dan produktivitas hasil usaha koperasi serta mampu melayani anggota secara optimal,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS