Penulis Wawan Bromo FM Jum'at 05/06/2015 SUMBERASIH – Bidan dan perawat di desa adalah sahabat masyarakat dalam hal mening...
Penulis Wawan Bromo FM
Jum'at 05/06/2015
Itulah pesan yang disampaikan oleh bidan Desa Sumberbendo Kecamatan Sumberasih Atik Nurhayati kepada masyarakat. “Jika petugas kesehatan sudah menyatu dengan masyarakat, maka program yang ada juga lebih mudah diaplikasikan di masyarakat,” ungkap perempuan asli Kepanjen Malang ini.
Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Moch. Anwar dan Suma’yah ini menjelaskan bahwa motivasinya menjalani profesi sebagai bidan adalah ingin membantu mewujudkan masyarakat yang sadar akan kesehatannya. Bahwa menanamkan nilai-nilai kesehatan harus dimulai sejak usia dini agar tercipta masyarakat yang lebih baik mulai dari segi kualitas dan kuantitasnya.
“Harapan ke depan semoga dengan keberadaan bidan desa, pembangunan di bidang kesehatan lebih dapat bersinergi dengan program-program pemerintah dari bidang yang lain agar lebih mudah diaplikasikan di masyarakat. Selain itu, dukungan lintas sektor yang selama ini masih sangat kurang mudah-mudahan ke depan lebih baik lagi demi meningkatnya IPM di Kabupaten Probolinggo,” jelas alumni D3 Kebidanan Akbid Griya Husada Surabaya ini.
Perempuan kelahiran Malang, 14 Pebruari 1976 ini mengaku banyak suka dan duka yang dialaminya selama menjadi bidan desa. Namun banyak sukanya karena selalu berhubungan dengan banyak karakter manusia dan itu yang mengasah diri untuk selalu banyak mengucap syukur kepada Allah SWT. Walaupun demikian harus tetap semangat karena keselamatan ibu dan bayi adalah harga mati kita sebagai bidan
“Selama menjalani profesi sebagai bidan, pengalaman yang paling berkesan saya alami ketika berhasil membina hubungan baik dengan dukun bayi sehingga 100% persalinan bisa ditolong oleh tenaga kesehatan,” terang ibu tiga anak ini.
Istri Agus Wijaya ini menegaskan kunci sukses seorang bidan adalah dengan selalu mensyukuri apa yang kita punya dan yang kita dapatkan serta menjalin hubungan yang baik dengan siapa pun tanpa memandang jabatan atau kedudukan mereka. “Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS