Penulis Wawan Bromo FM Minggu 28/06/2015 KRAKSAAN – Sampai akhir tahun 2014 kemarin, jumlah desa yang sudah dipicu atau dilakukan ...
Penulis Wawan Bromo FM
Minggu 28/06/2015
KRAKSAAN – Sampai akhir tahun 2014 kemarin, jumlah desa yang sudah dipicu atau dilakukan kegiatan pemicuan sebanyak 119 desa. Desa yang melaksanakan program gerakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) mencapai 118 desa dan desa yang sudah stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defication Free (ODF) sebanyak 16 desa.“Hingga saat ini di Kabupaten Probolinggo baru ada 16 desa yang sudah dinyatakan ODF. Target tahun 2015 adalah Kecamatan Sumber bisa ODF,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono.
Mantan Kabag Kominfo ini menjelaskan program STBM ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Dinkes untuk menambah desa ODF. Program ini dilakukan untuk mengajak masyarakat untuk BAB di satu tempat.
“Kami mengumpulkan masyarakat transek atau berkeliling mendatangi tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat masyarakat BAB. Sistemnya nanti bukan mengajari tetapi memberikan contoh kepada masyarakat,” terangnya.
Program gerakan STBM ini dimaksudkan untuk meningkatkan akses masyarakat untuk BAB di jamban. Caranya dengan membuat jamban sehat semi permanen atau jamban cemplung. “Selain itu juga ada wirausaha sanitasi untuk membantu masyarakat membuat jamban yang sehat dan murah,” jelasnya.
Sentot menerangkan bahwa dari tahun ke tahun akses jamban sehat mengalami perkembangan. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo. Upaya-upaya yang dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan meliputi pemicuan di desa, stimulan, kampanye higyene sanitasi, pelatihan tukang, pengadaan komponen alat cetak jamban dan kegiatan-kegiatan lain terkait dengan STBM. (wan/drs)


COMMENTS