Penulis Wawan Bromo FM Kamis 04/06/2015 KRAKSAAN - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo mengaku bahwa s...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 04/06/2015
“Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat untuk bisa mensinkronkan antara gudang/pabrikan dan petani tembakau terkait kebutuhan tembakau. Sehingga nantinya tidak sampai over produksi,” ungkap Ketua APTI Kabupaten Probolinggo Mudzakkir.
Menurut Mudzakkir, datangnya musim kemarau yang tidak menentu bukan hanya terjadi pada tahun 2015 saja. Tahun-tahun sebelumnya juga sudah terjadi sehingga APTI Kabupaten Probolinggo terus memberikan sosialisasi kepada petani tembakau.
“Salah satu solusi yang dapat dilakukan petani menghadapi musim saat ini adalah dengan merubah sistem pengolahan tanah. Dimana tanahnya harus dijuring. Apabila menggunakan handtraktor, maka gulutan (gundukan) dibuat tinggi dan drainasenya dibuat bagus supaya airnya bisa mengalir dengan lancar,” jelasnya.
Meskipun terkadang masih turun hujan jelas Mudzakkir, tetapi sudah ada beberapa petani yang sudah mulai menanam tembakau. Untuk bulan Mei kemarin, penanaman tembakau sudah dilakukan oleh petani di Desa Sumbercenteng Kecamatan Kotaanyar. Sementara untuk bulan Juni, petani tembakau di Desa Kamalkuning Kecamatan Krejengan sudah memulai menanam tembakau.
“Kami berharap agar hasil tanaman tembakau tahun ini bagus sesuai dengan keinginan pabrikan. Sehingga semua panen yang dihasilkan oleh petani bisa dibeli oleh gudang dengan harga yang tinggi,” harapnya. (wan/drs)


COMMENTS