Penulis Wawan Bromo FM Kamis 18/06/2015 KRAKSAAN – Apel bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (P...
Penulis Wawan Bromo FM
Kamis 18/06/2015
KRAKSAAN – Apel bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (17/6) terasa berbeda dari biasanya. Pasalnya apel bersama yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo tersebut dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H.
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh seluruh peserta apel untuk saling bermaaf-maafan dengan harapan bisa menunaikan ibadah puasa dengan sempurna. Bahkan usai apel bersama, seluruh peserta apel menikmati hidangan menu soto Kraksaan sebagai simbol dari kebersamaan.
Apel bersama yang digelar rutin setiap bulan ini diikuti oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi bertindak sebagai pembina apel.
Dalam sambutannya Sekda Nawi menyampaikan bahwa apel bersama tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk mengagungkan datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H.
“Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H dan mohon maaf atas segala salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Sambutlah datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan gembira dan senang hati,” ungkapnya.
Mantan Inspektur Kabupaten Probolinggo ini menghimbau kepada seluruh peserta apel agar selama bulan suci Ramadhan 1436 H memperbanyak amal ibadah dan shodaqoh. “Ramaikanlah masjid dan musholla dengan kegiatan ibadah,” jelasnya.
Menurut Sekda Nawi, tujuan puasa adalah untuk membentuk orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dimana ciri-ciri orang bertaqwa ada 4 (empat). Yakni, orang yang suka shodakoh hartanya meskipun miskin, orang yang bisa menahan amarah, orang yang sring bermaaf-maafan dengan sesama dan orang yang melakukan pekerjaan dengan ikhlas. “Apel bersama ini menjadi sarana media bagi kita untuk saling bermaaf-maafan,” tegasnya.
Di dalam bulan Ramadhan jelas Sekda Nawi, ada malam Lailatul Qodar. Dimana malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tetapi ada 4 (empat) golongan manusia yang tidak mendapatkan Lailatul Qodar. Yakni ketika malam Lailatul Qodar sedang mabuk, anak durhaka kepada orang tua, suami istri yang sedang tidak rukun dan tidak saling bertegur sapa dengan sesama.
“Oleh karena itu, setelah apel bersama ini marilah saling bermaaf-maafan. Sehingga begitu masuk bulan suci Ramadhan kita diampuni lahir dan bathin oleh Allah SWT serta masuk dalam kategori orang-orang yang bertaqwa,” pungkasnya. (wan/drs)
Momentum tersebut dimanfaatkan oleh seluruh peserta apel untuk saling bermaaf-maafan dengan harapan bisa menunaikan ibadah puasa dengan sempurna. Bahkan usai apel bersama, seluruh peserta apel menikmati hidangan menu soto Kraksaan sebagai simbol dari kebersamaan.
Apel bersama yang digelar rutin setiap bulan ini diikuti oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah dan karyawan/karyawati di lingkungan Pemkab Probolinggo. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Moch. Nawi bertindak sebagai pembina apel.
Dalam sambutannya Sekda Nawi menyampaikan bahwa apel bersama tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo untuk mengagungkan datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H.
“Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1436 H dan mohon maaf atas segala salah dan khilaf baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Sambutlah datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan gembira dan senang hati,” ungkapnya.
Mantan Inspektur Kabupaten Probolinggo ini menghimbau kepada seluruh peserta apel agar selama bulan suci Ramadhan 1436 H memperbanyak amal ibadah dan shodaqoh. “Ramaikanlah masjid dan musholla dengan kegiatan ibadah,” jelasnya.
Menurut Sekda Nawi, tujuan puasa adalah untuk membentuk orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dimana ciri-ciri orang bertaqwa ada 4 (empat). Yakni, orang yang suka shodakoh hartanya meskipun miskin, orang yang bisa menahan amarah, orang yang sring bermaaf-maafan dengan sesama dan orang yang melakukan pekerjaan dengan ikhlas. “Apel bersama ini menjadi sarana media bagi kita untuk saling bermaaf-maafan,” tegasnya.
Di dalam bulan Ramadhan jelas Sekda Nawi, ada malam Lailatul Qodar. Dimana malam yang lebih baik dari seribu bulan. Tetapi ada 4 (empat) golongan manusia yang tidak mendapatkan Lailatul Qodar. Yakni ketika malam Lailatul Qodar sedang mabuk, anak durhaka kepada orang tua, suami istri yang sedang tidak rukun dan tidak saling bertegur sapa dengan sesama.
“Oleh karena itu, setelah apel bersama ini marilah saling bermaaf-maafan. Sehingga begitu masuk bulan suci Ramadhan kita diampuni lahir dan bathin oleh Allah SWT serta masuk dalam kategori orang-orang yang bertaqwa,” pungkasnya. (wan/drs)


COMMENTS