Penulis Wawan Bromo FM Sabtu 20/06/2015 KRAKSAAN - Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 252 desa penyelenggara, ...
Penulis Wawan Bromo FM
Sabtu 20/06/2015
KRAKSAAN - Panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 252 desa penyelenggara, menetapkan calon kepala desa. Dari 873 bakal calon kepala desa (cakades) yang mendaftarkan diri pada Mei lalu, 785 diantaranya berhak melaju pada tahap selanjutnya. Sementara 88 bakal calon kepala desa gugur dan tidak dapat melanjutkan pencalonannya pada pilkades.
Tdak lolosnya para bakal cakades itu karena beragam alasan. Rata-rata karena gagal memenuhi kriteria dan syarat-syarat administratif. Ada juga yang justru mengundurkan diri karena tidak direstui keluarga. Ada juga karena faktor usia.
Setelah penetapan tersebut, tahap selanjutnya yakni pemutakhiran DPS (Daftar Pemilih Sementara). Selama tiga hari pasca penetapan panitia pilkades tingkat desa akan mengkroscek ulang calon pemilih. Tiga hari berlangsung, panitia langsung menetapkan DPS menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) pilkades di masing-masing desa.
Di Kabupaten Probolinggo, pelaksanaan pilkades serentak akan digelar di 252 desa. Kecamatan paling banyak menggelar pilkades adalah Krejengan. Di kecamatan tersebut ada 16 desa yang menggelar pilkades. Sementara cakades peserta berjumlah sebanyak 53 orang. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit menyelenggarakan adalah Kuripan yang hanya lima desa dan 14 cakades.
Kabag Pemerintahan Setda Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, penetapan tersebut makin membuatnya optimis penyelenggaraan pilkades akan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Yakni pada 8 Juli mendatang. Semua desa penyelenggara sudah melalui tahap seleksi. “Jadi sudah ada minimal dua dan lima calon. Itu sudah sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.
Setelah melaporkan hasil seleksi pada Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari, SE, Pemkab akan segera menggelar deklarasi damai dan istighotsah bersama di 24 kecamatan. “Agar pelaksanaan pilkades damai. Apalagi sekarang puasa, nuansa agamis. Jadi para calon harus siap menang dan juga siap kalah serta harus legawa,” pungkasnya. (Syamsul Akbar)
Tdak lolosnya para bakal cakades itu karena beragam alasan. Rata-rata karena gagal memenuhi kriteria dan syarat-syarat administratif. Ada juga yang justru mengundurkan diri karena tidak direstui keluarga. Ada juga karena faktor usia.
Setelah penetapan tersebut, tahap selanjutnya yakni pemutakhiran DPS (Daftar Pemilih Sementara). Selama tiga hari pasca penetapan panitia pilkades tingkat desa akan mengkroscek ulang calon pemilih. Tiga hari berlangsung, panitia langsung menetapkan DPS menjadi DPT (Daftar Pemilih Tetap) pilkades di masing-masing desa.
Di Kabupaten Probolinggo, pelaksanaan pilkades serentak akan digelar di 252 desa. Kecamatan paling banyak menggelar pilkades adalah Krejengan. Di kecamatan tersebut ada 16 desa yang menggelar pilkades. Sementara cakades peserta berjumlah sebanyak 53 orang. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit menyelenggarakan adalah Kuripan yang hanya lima desa dan 14 cakades.
Kabag Pemerintahan Setda Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, penetapan tersebut makin membuatnya optimis penyelenggaraan pilkades akan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Yakni pada 8 Juli mendatang. Semua desa penyelenggara sudah melalui tahap seleksi. “Jadi sudah ada minimal dua dan lima calon. Itu sudah sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.
Setelah melaporkan hasil seleksi pada Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari, SE, Pemkab akan segera menggelar deklarasi damai dan istighotsah bersama di 24 kecamatan. “Agar pelaksanaan pilkades damai. Apalagi sekarang puasa, nuansa agamis. Jadi para calon harus siap menang dan juga siap kalah serta harus legawa,” pungkasnya. (Syamsul Akbar)



COMMENTS